Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Jawaban BEI Soal Kualitas dan Laju Saham Emiten Baru

Bisnis mencatat emiten yang melakukan IPO pada 2020 mengalami pergerakan harga saham yang cukup signifikan. Apa komentar BEI?
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  07:45 WIB
Pengunjung berjalan di dekat logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (8/10/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (8/10/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga medio Januari 2020, sudah ada enam perusahaan baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Bagaimana strategi BEI menyeimbangkan antara kualitas dan kuantitas emiten baru?

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widito Widodo mengatakan pihaknya harus menyeimbangkan antara kualitas dan kuantitas perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa. Selama ini, lanjutnya, BEI terus menjaga agar target dari sisi kualitas dan kuantitas tercapai.

Di sisi lain, pihaknya harus mengakomodasi perusahaan meskipun dari sisi ukuran penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) cenderung mini.

“Memang kami harus mem-balance antara jumlah dan kualitas. Itu yang kami usahakan selalu tercapai karena memang tidak semua IPO berupa IPO yang besar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Lebih lanjut, dia berujar langkah untuk mengakomodasi perusahaan berukuran kecil dan menengah telah dilakukan melalui papan akselerasi.

Sementara itu, dari sisi pengawasan beberapa emiten yang harga sahamnya meroket pascapelaksanaan IPO, dia menilai pihaknya telah memiliki instrumen yang cukup efektif untuk memberikan pedoman kepada investor agar lebih berhati-hati.

Instrumen itu, antara lain mekanisme unusual market activity (UMA), suspensi atau penghentian transaksi, dan notasi khusus pada saham.

"Apabila diikuti dengan baik akan memberikan guidance bagi investor," katanya.

Bisnis mencatat emiten yang melakukan IPO pada 2020 mengalami pergerakan harga saham yang cukup signifikan.

Pada Rabu (15/1/2020), saham PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) sebagai emiten keenam pada tahun ini, melesat 70% dari posisi Rp200 per saham ke level Rp340 per saham.

Sebelumnya, Pada Selasa (14/1/2020), PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. (AMOR) yang merupakan manajer investasi pertama yang melantai di bursa harga sahamnya melonjak 50% menjadi Rp2.850 dari harga pelaksanaan IPO Rp1.900.

Pada Senin (13/1/2020), perdagangan perdana saham emiten indekos PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO), juga melejit 70% hingga mencapai Rp187 dari harga pelaksanaan Rp110.

Pekan sebelumnya, Kamis (9/1/2020), dua emiten melakukan IPO bersamaan, yakni PT PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA).

Saham AMAR melonjak 68,97% saat perdagangan perdana menuju Rp294 dari sebelumnya Rp174. Hal yang sama terjadi pada harga saham CSRA tumbuh 69,60% dalam waktu kurang dari sejam menjadi Rp212 dari harga pelaksanaan Rp125.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transaksi saham bei
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top