Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah BI Menguat 54 Poin, Yuan China Terkuat di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (14/1/2020) di level Rp13.654 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,39 persen dari posisi Rp13.708 pada Senin (13/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  11:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (14/1/2020) di level Rp13.654 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,39 persen dari posisi Rp13.708 pada Senin (13/1/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.722 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.585 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.657 per dolar AS dengan penguatan 16 poin atau 0,12 persen pada pukul 11.01 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (13/1/2020), rupiah berakhir di level Rp13.673 per dolar AS dengan penguatan 99 poin atau 0,72 persen, apresiasi hari ketiga berturut-turut sejak 9 Januari.

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terapresiasi 18 poin atau 0,13 persen di posisi 13.655 pada Selasa (14/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.642 – 13.658.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas ikut menguat terhadap dolar AS, dipimpin yuan onshore China yang terapresiasi 0,29 persen pada pukul 11.02 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Yuan Onshore China       6,8739+0,29
Won Korea Selatan1.153,75+0,22
Dolar Taiwan29,885+0,17
Yuan Offshore China6,8737+0,12
Rupiah13.657+0,12
Ringgit Malaysia4,0610+0,04
Rupee India70,8375+0,02
Dolar Singapura1,3465+0,01
Peso Filipina50,522-0,22
Baht Thailand30,242-0,18
Yen Jepang110,08-0,12
Dolar Hong Kong7,7727-0,02

Dilansir dari Bloomberg, mayoritas mata uang di Asia menguat setelah Departemen Keuangan AS mencabut label untuk China sebagai manipulator mata uang.

Negeri Tirai Bambu disebut telah membuat "komitmen yang dapat ditegakkan" untuk tidak mendevaluasi yuan dan telah sepakat untuk mempublikasikan informasi nilai tukar.

Langkah ini dilakukan hanya dua hari menjelang penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama AS-China di Washington pada Rabu, 15 Januari, waktu setempat.

"Sentimen positif pada pasar terus berlanjut,” ujar Dushyant Padmanabhan, ahli strategi di Nomura Holdings Inc., Singapura.

“Penguatan yuan China terlihat memimpin di antara kurs mata uang Asia lainnya di Asia dalam jangka pendek, dan penguatan ini dapat dipertahankan lebih lama jika sentimen positif menjalar ke dalam pelemahan dolar AS,” tambahnya.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,037 poin atau 0,04 persen ke level 97,382 pada pukul 10.52 WIB.

Pada perdagangan Senin (13/1/2020), pergerakan indeks ditutup terkoreksi tipis 0,01 persen atau 0,011 poin di level 97,345.

Indeks mulai beringsut ke zona hijau pada Selasa (14/1) dengan dibuka naik 0,02 persen atau 0,016 poin di posisi 97,361. Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar bergerak di level 97,348 – 97,413.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
14 Januari13.654
13 Januari13.708
10 Januari13.812
9 Januari13.860
8 Januari13.934

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top