Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Transformasi Rempah Nusantara di Era Industri 4.0

Presiden RI, Joko Widodo, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menuturkan bahwa jamu, obat herbal berstandar, dan fitofarmaka merupakan salah satu transformasi pemanfaatan rempah dalam komoditas obat tradisional modern.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  16:06 WIB
Perajin minuman jamu, Rizki Murtikasari, memproduksi jamu di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sejahtera Jaya, Simbangdesa, Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2019). - ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Perajin minuman jamu, Rizki Murtikasari, memproduksi jamu di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sejahtera Jaya, Simbangdesa, Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2019). - ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTAKepala Badan POM RI Penny K. Lukito menuturkan bahwa jamu, obat herbal berstandar dan fitofarmaka merupakan salah satu transformasi pemanfaatan rempah dalam komoditas obat tradisional modern.

“Tak hanya itu, rempah juga merambat pada pangan olahan dan kosmetik modern yang dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia,” ujar Penny pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan, Jumat (10/1/2020). 

Seiring dengan ragam pemanfaatan rempah, berbagai terobosan dilakukan Badan POM dalam mendampingi dan mendukung potensi rempah nusantara untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing industri dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Penny K. Lukito menyebutkan bahwa hingga tahun 2019 terdapat 129 industri obat tradisional dan 672 UMKM obat tradisional.

“Berdasarkan hasil pengawasan dan analisa Badan POM, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pelaku usaha, antara lain pemenuhan persyaratan mutu produk dan cara produksi yang baik, permodalan dan penguasaan teknologi, pengembangan dan hilirisasi produk, serta pemasaran produk terutama di kalangan generasi muda,” ungkap Penny K. Lukito, dikutip dari siaran pers BPOM.

Untuk membantu pelaku usaha menghadapi tantangan tersebut, Badan POM telah melakukan pendampingan hilirisasi riset melalui simplifikasi proses sertifikasi dan registrasi, percepatan perizinan Obat dan Makanan, dan pendampingan UMKM baik UMKM obat tradisional, kosmetik, maupun pangan.

“Hal ini merupakan komitmen Badan POM dalam mendorong ragam pemanfaatan rempah agar mampu bersaing di pasar nasional dan global,” tambahnya.

Transformasi pemanfaatan rempah perlu didukung dengan ketersediaan hasil riset dan produk yang dapat dihilirisasi serta memenuhi persyaratan untuk didaftarkan di Badan POM.

“Badan POM mendukung dengan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka yang melibatkan 14 Kementerian/Lembaga, asosiasi pelaku usaha, organisasi profesi, dan Perguruan Tinggi,” pungkas Penny K. Lukito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip jamu rempah
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top