Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang Perdana SUN Ditargetkan Tembus Rp15 Triliun

Lelang perdana SUN bakal terjaga dari gejolak karena optimisme di awal tahun pada lelang perdana. 
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  08:50 WIB
Lelang Perdana SUN Ditargetkan Tembus Rp15 Triliun
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan penggalangan dana sebesar Rp15 triliin hingga Rp22,5 triliun pada lelang surat utang negara (SUN), Selasa (7/1/2020).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), lelang besok akan menawarkan tujuh seri dengan target indikatif sebesar Rp15 triliun dan maksimal Rp22,5 triliun. 

Adapun, SUN kupon diskonto diwakili SPN12200410 dan SPN12210108. SPN12200410 jatuh tempo pada 10 April 2020 dan seri SPN12210108 yang merupakan seri baru jatuh tempo pada 8 Januari 2021.

Kemudian, FR0081 dengan kupon 6,5% dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025. Lalu, FR0082 dengan kupon 7% dan jatuh tempo pada 15 September 2030. Seri lain yang ditawarkan yakni seri FR0083 yang menawarkan kupon 7,5% dan jatuh tempo pada 15 April 2040. Terakhir, seri FR0076 menawarkan kupon 7,375% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memperkirakan total penawaran masuk pada lelang perdana di kisaran Rp45 triliun hingga Rp55 triliun. Menurutnya, lelang perdana bakal terjaga dari gejolak karena optimisme di awal tahun pada lelang perdana. 

“Lelang kali ini akan berlangsung sangat hype pastinya karena selain lelang perdana tahun ini, pasar obligasi juga terlihat memiliki tingkat volatilitas yang sangat baik,” katanya. 

Dia menilai pada lelang ini seluruh seri acuan akan diborong investor karena harganya masih menarik. Lalu, investor juga tengah memilih instrumen yang cenderung berisiko rendah dibandingkan saham karena terdapat tekanan dari hubungan antara AS-Korea Utara dan AS-Iran. 

Namun, dia menuturkan instrumen dengan tenor lebih dari 20 tahun akan lebih dipilih karena kupon yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan dengan instrumen bertenor lebih pendek.

“Para pelaku pasar dan investor memilih instrumen investasi yang lebih aman ketimbang saham. Oleh sebab itu kami melihat bahwa lelang kali ini akan cukup menarik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top