Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gajah Tunggal (GJTL) Bidik Pertumbuhan Penjualan Hingga 10 Persen

Sugeng Rahardjo, Presiden Direktur Gajah Tunggal menilai pada tahun depan volume penjualan ban perseroan akan lebih meningkat dibandingkan penjualan perseroan sepanjang tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  18:51 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk. memproyeksikan bisnis penjualan ban akan lebih baik pada 2020. Melihat kondisi tersebut, perseroan membidik pertumbuhan penjualan hingga 10 persen.

Sugeng Rahardjo, Presiden Direktur Gajah Tunggal menilai pada tahun depan volume penjualan ban perseroan akan lebih meningkat dibandingkan penjualan perseroan sepanjang tahun ini.

Menurutnya, pada tahun depan kondisi dalam negeri bakal lebih stabil seiring dengan munculnya kepastian politik dan terbentuknya kabinet pemerintahan yang baru. Hal itu menjadi stimulus perbaikan ekonomi tahun depan.

“Untuk sales kami targetkan pertumbuhan 5 persen–10 persen,” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Untuk mendongkrak penjualan, emiten berkode saham GJTL tersebut melakukan inisiatif dengan memasuki dunia digital guna mendukung penjualan yang selama ini dilakukan melalui diler-diler.

Sugeng mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut telah dijajaki perseroan sepanjang tahun ini. Rencananya, perseroan bakal meluncurkan aplikasi untuk penjualan ban pada kuartal II/2020.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

“Tahun depan baru diluncurkan dan investasinya tidak cukup besar lah kira-kira US$2 juta,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pasar penjualan ban ekspor, GJTL bakal memperluas penetrasi penjualannya ke beberapa negara-negara baru. Sugeng mengatakan bahwa pada tahun depan perseroan akan memasuki pasar penjualan ban untuk daerah Africa dan negara-negara di Pasific.

Adapun sepanjang Januari 2019–September 2019, penjualan ban perseroan masih paling banyak ke pasar ekspor. Pasar ekspor menjadi kontributor utama peningkatan kinerja perseroan per September 2019, meskipun pasar ekspor hanya memiliki porsi 37 persen terhadap total penjualan ban perseroan saat ini.

Adapun sepanjang kuartal III/2019, emiten berkode saham GJTL tersebut mencatatkan penjualan senilai Rp11,93 triliun, meningkat 6,23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp11,23 triliun.

Penjualan perseroan di pasar ekspor memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan yang paling tinggi yakni 10,5 persen, sedangkan penjualan di pasar domestik hanya tumbuh 3,8 persen.

Dari situ, GJTL mengantongi laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp139,53 miliar, membalikkan catatan rugi perseroan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp228,79 miliar.

“Kami akan terus membuka pasar baru. Saat ini pasar Amerika Serikat kontribusinya yang paling besar, dan akan terus naik, Amerika terus berkembang pasarnya dan pasar terbesar untuk ban dunia saat ini,” katanya.

Guna memuluskan rencana-rencana perseroan pada 2020, GJTL menganggarkan belanja modal senilai US$40 juta dolar yang sebagian akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Selain itu, perseroan akan mengucurkan sebagian anggaran capital expenditure pada tahun depan untuk membeli alat-alat baru untuk kebutuhan produksi perseroan.

“Yang jelas kami tetap akan terus meningkatkan research dan development dan juga innovation agar tetap bisa survive,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal gjtl
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top