Ketidakpastian Pasar Meningkat, Ini Saham-saham Rekomendasi Analis

Dalam risetnya, Valbury menulis bahwa perang dagang meluas, bukan saja AS dengan China, tetapi sudah melibatkan negari lain. Hal itu meningkatkan ketidakpastian pasar.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  07:48 WIB
Ketidakpastian Pasar Meningkat, Ini Saham-saham Rekomendasi Analis
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan atau IHSG masih dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Rabu (4/12/2019).

Dalam risetnya, Valbury menulis bahwa perang dagang meluas, bukan saja AS dengan China, tetapi sudah melibatkan negari lain. Hal itu meningkatkan ketidakpastian pasar.

“Hal ini mendorong kekhawatiran investor global dan juga termasuk pelaku pasar di BEI. Dampak sentimen ini bisa memberatkan laju bagi IHSG ke teritoral positif pada perdagangan saham hari ini,” tulis tim riset Valbury.

Secara teknikal, level support berturut-turut adalah 6.112, selanjutnya 6.089, dan 6.071. Sementara itu level resistance adalah 6.152/6.171/6.193. Untuk tren mayor masih turun, sedangkan tren minor naik.

Saham-saham yang patut dicermati: PGAS, SMGR, GGRM, KLBF, WIKA, PTPP, CPIN, INTP, KLBF, PTBA, BBTN, BMRI.

Berikut sentimen pasar dari dalam negeri:

Pemerintah memperkirakan inflasi 2019 berada di bawah 3,5 persen dengan memperhitungkan kenaikan harga seiring libur natal dan tahun baru. Namun, kenaikan harga tidak akan terlalu besar di Desember sehingga inflasi sesuai target.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, perekonomian Indonesia pada 2020 mencapai minimal 5,1 persen hingga 5,5 persen. Meskipun ketidakpastian global terus meningkat di masa depan.

Sentimen pasar dari luar negeri:

Trump akan menerapkan kembali bea masuk terhadap baja dan aluminium impor dari Brasil dan Argentina, setelah kedua negara itu sengaja mendevaluasi mata uang yang menyebabkan petani di AS kehilangan daya saing.

Trump juga mengenakan tarif hingga 100 persen atas barang-barang Prancis senilai US$ 2,4 miliar untuk produk pertanian seperti anggur dan keju yang masuk dalam daftar barang yang ditargetkan. Hal ini dilakukan AS setelah Perwakilan Dagang AS menemukan fakta bahwa Prancis memberi pajak tinggi pada perusahaan teknologi AS, Google, Apple Facebook dan Amazon.

Trump menolak hadir untuk bersaksi dalam sidang pemakzulan dirinya karena dianggap tipuan dan hoaks. Trump juga menganggap Partai Demokrat sebagai aib karena yang pertama mengajukan proses penyelidikan pemakzulan dibuka.

Trump dan Gedung Putih juga menolak menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi Kehakiman Dewan Perwaklan pada Rabu pekan depan terkait pemakzulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top