Menakar Peluang PWON Tembus Rp600?

Pasar penjualan apartemen tengah melesu karena pasar memilih hunian residensial. Dengan begitu, apakah PT Pakuwon Jati layak untuk dikoleksi?
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  02:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar penjualan apartemen tengah melesu karena pasar memilih hunian residensial. Dengan begitu, apakah PT Pakuwon Jati layak untuk dikoleksi?

Analis MayBank Kim Eng Sekuritas menyarankan beli dari status tahan sebelumnya untuk emiten berkode saham PWON itu. Menurutnya saat ini harga saham PWON kurang terapresiasi oleh pasar atau undervalued. Pada penutupan Senin (2/12/2019) PWON berada di level Rp580 per saham setelah menguat 2,65%.

Sementara Aurellia menargetkan harga saham PWON dalam dua belas bulan kedepan dapat mencapai Rp670 turun dari target sebelumnya sebesar Rp720 per saham.

Masih diremehkan; U / G untuk BELI dengan TP baru Rp670

“Bahkan setelah memperhitungkan perlambatan penjualan properti PWON, kami tetap merasa PWON undervalued. Meskipun ada proyeksi tren penurunan penjualan properti 2019-2021 yang masing-masing minus 42%, 32%, 20% namun pertumbuhan earning per share PWON akan tetap tangguh,” sebutnya.

Aurellia mengatakan dalam kurun waktu itu EPS PWON dapat tumbuh sebesar 9%, minus 3%, dan naik lagi 9% berkat pertumbuhan yang solid dari bisnis pendapatan berulangnya. “Kami berekspektasi penjualan properti PWON akan turun pada 2019 dan pulih kembali 2020 dari peluncuran proyek unggulan barunya di Bekasi,” imbuhnya.

Menurutnya PWON dapat melaju ke Rp670 berdasarkan diskon 52% untuk RNAV dengan rata-rata 5 tahun yang menyiratkan 2,2 kali price book pada 2020.

Selain itu dari sisi portofolio bisnis, PWON memiliki pendapatan yang solid antara recurring income dan juga penjualan apartemen. Aurellia mengatakan tingkat kekosongan mall PWON rendah di kisaran 3% dengan tingkat pertumbuhan sewa sebesar 6%.

Dia memperkirakan segmen recurring dapat tumbuh hingga 18% pada akhir 2020 atau berkontribusi atas 62% pendapatan. “Meskipun pertumbuhan pendapatan lebih lambat dalam tiga tahun ke depan, PWON tetap salah satu pengembang properti Indonesia paling menguntungkan dengan ROAE di atas 15% dan margin bersih mendekati 40%.

Di sisi lain, tim analis Kresna Sekuritas yakni Robertus Hardy dan Eriza Putri merekomendasikan tahan untuk PWON dengan target harga Rp600 per saham.

Menurut mereka pendapatan PWON pada 2020 mencapai Rp7,93 triliun naik 10,8% year-on-year (yoy) dengan marjin EBITDA sebesar 55%--56%. “Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp28,89 triliun dan harga saham Rp600 ada potensi kenaikan 3,4% menggunkan 7 kali dan 6 kali rasio EV/EBITDA pada 2019 dan 2020,” sebutnya.

Mereka pun memerkirakan akan ada peningkatan top line yang signifikan pada 2020 dengan uang sewa kondominium dan kantor sebagai kontributor utama. Adapun masing-masing diproyeksikan menghasilkan Rp1,95 triliun dan Rp3,27 triliun untuk mengkompensasi volatilitas instrument keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top