Kepercayaan Pasar Surat Utang Terganggu akibat Gagal Bayar

Kepercayaan pasar surat utang disebut terganggu akibat terjadinya gagal bayar pembayaran kupon instrumen medium terms note (MTN) yang diterbitkan PT  Armidian Karyatama Tbk (ARMY). 
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  23:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kepercayaan pasar surat utang disebut terganggu akibat terjadinya gagal bayar pembayaran kupon instrumen medium terms note (MTN) yang diterbitkan PT  Armidian Karyatama Tbk (ARMY). 
 
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto menyayangkan penerbit MTN yang mengalami gagal bayar. Menurutnya, meskipun dari sisi nilai tidak terlalu besar, preseden tersebut memengaruhi kepercayaan pasar terhadap instrumen tersebut. 
 
Adapun, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan penundaan pembayaran imbal hasil pertama atas instrumen MTN yang diterbitkan ARMY. Adapun, dikutip dari laman KSEI, Senin (2/12/2019), frekuensi pembayaran imbal hasil dilakukan setiap tiga bulan. 
 
Instrumen yang didistribusikan pada 2 September 2019 itu menawarkan imbal hasil floating dan bernilai total Rp100 miliar. Selain itu, nstrumen bernama MTN Syariah Mudharabah I Armidian Karyatama Tahun 2019 Seri A tersebut memiliki tenor 5 tahun. Atas gagal bayar imbal hasil MTN tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mengehentikan penjualan saham ARMY. 
 
“Itu kan mengganggu kepercayaan di pasar modal baik surat utang maupun saham. Sahamnya juga disuspensi kan karena MTN-nya default,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (2/12/2019). 
 
Dia menyebut industri di pasar modal sangat sensitif terhadap sentimen kepercayaan. Sebelumnya, San Prima mengalami gagal bayar atas MTN yang diterbitkan sehingga mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat penerbitan MTN. 
 
Dia menyarankan agar Otoritas menangani dengan cepat kasus gagal bayar instrumen surat utang sehingga persepsi dan minat investor tetap terjaga. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mtn

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top