Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimisme Prospek Dagang Dongkrak Harga Minyak Mentah

Optimisme soal prospek kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China berhasil mendorong harga minyak mentah bangkit dari pelemahannya dan berakhir di zona hijau pada perdagangan Senin (25/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 November 2019  |  07:53 WIB
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme soal prospek kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China berhasil mendorong harga minyak mentah bangkit dari pelemahannya dan berakhir di zona hijau pada perdagangan Senin (25/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2020 berakhir naik 24 sen di level US$58,01 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Januari 2020 ditutup naik 26 sen di level US$63,65 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$5,64 terhadap WTI.

Dalam upaya untuk mengatasi isu utama dalam konflik perdagangannya yang berkepanjangan dengan AS, China berjanji untuk memperketat aturan tentang hak kekayaan intelektual (HKI).

“Saya terkejut melihat minyak tidak bergerak lebih tinggi. Kita mendengar banyak optimisme di pasar keuangan dari beberapa perubahan kebijakan perdagangan China,” ujar Bill O'Grady, kepala strategi pasar di Confluence Investment Management LLC.

Harga minyak mentah telah pulih sejak awal Oktober karena tanda-tanda progres menuju kesepakatan perdagangan antara kedua negara tersebut. Namun, luapan pasokan dari ladang minyak shale Amerika dan sumber lainnya telah membatasi pergerakan minyak.

Keresahan investor minyak kemudian tumbuh ketika negosiasi AS-China berlanjut, dengan pengelola dana memangkas pertaruhan bersih mereka pada rally minyak WTI sebesar 13 persen dalam pekan yang berakhir 19 November.

Konsesi China atas kekayaan intelektual muncul ketika para negosiator perdagangan berusaha menjembatani sejumlah perbedaan yang tersisa termasuk janji China untuk membeli biji-bijian dan daging Amerika, serta lebih banyak membuka akses ekonominya untuk perusahaan asing.

“Pasar masih sangat didorong oleh perdagangan AS-China. Setiap hal terkait negosiasi dan berita utama akan sangat signifikan dalam hal mendorong sentimen pasar dan pergerakan,” tutur Kyle Cooper, direktur riset IAF Advisors di Houston.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

25/11/2019

58,01

+0,24 poin

22/11/2019

57,77

-0,81 poin

21/11/2019

58,58

+1,57 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

25/11/2019

63,65

+0,26 poin

22/11/2019

63,39

-0,58 poin

21/11/2019

63,97

+1,57 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top