Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 25 November: Aset Berisiko Terkerek, Harga Emas Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan di zona merah saat nilai tukar rupiah mampu sedikit terapresiasi terhadap dolar AS di tengah optimisme seputar hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 November 2019  |  20:48 WIB
Bursa Efek Indonesia - Antara/Dhemas Reviyanto
Bursa Efek Indonesia - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan di zona merah saat nilai tukar rupiah mampu sedikit terapresiasi terhadap dolar AS di tengah optimisme seputar hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Seiring dengan terdongkraknya sentimen untuk aset-aset berisiko yang mengerek naik bursa saham pada umumnya, daya tarik aset safe haven seperti emas pun memudar.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (25/11/2019):

IHSG Terkapar Saat Bursa Global Menguat, Ini Penekannya

Pelemahan indeks mulai berlanjut dengan dibuka terkoreksi tipis 0,09 persen atau 5,49 poin di posisi 6.094,75 pada Senin (25/11) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.052,26 – 6.105,09.

Enam dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin infrastruktur (-1,81 persen) dan aneka industri (-1,48 persen). Tiga sektor lainnya mampu bergerak positif, dipimpin industri dasar yang naik 1,11 persen.

Dari 662 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 160 saham menguat, 218 saham melemah, dan 284 saham stagnan.

China Buat Komitmen, Pasar Saham Global Serempak Menguat

Pasar saham global serempak menguat saat investor mencermati langkah terbaru China yang dapat meredakan tensi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Pasar saham global menguat setelah China menyatakan akan menindak pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI) dengan menaikkan penalti seiring dengan upaya untuk melancarkan pembicaraan perdagangan dengan pemerintah AS.

Sementara itu, bursa saham di Hong Kong berhasil naik mengungguli indeks saham lain di kawasan Asia di tengah euforia warga setempat atas kemenangan kubu pro-demokrasi dalam pemilihan umum distrik yang telah digelar pada Minggu (24/11/2019).

Rupiah Ditutup Terapresiasi Tipis

Nilai tukar rupiah berhasil ditutup terapresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di level Rp14.086 per dolar AS, setelah hanya mampu berakhir stagnan di posisi 14.092 pada perdagangan Jumat (22/11/2019).

Seiring dengan apresiasi rupiah, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,04 persen ke posisi 98,227.

"Perhatian terus terpusat pada perkembangan perdagangan AS-China sementara pasar juga mencermati hasil pemilihan akhir pekan di Hong Kong," kata Mitul Kotecha, ahli analis di TD Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Nikel Berbalik Menguat Setelah Terdepresiasi Cukup Dalam

Sepanjang tahun berjalan 2019, harga nikel telah bergerak menguat signifikan 36,4% dari harga awal tahun ini di US$10.677,5 per ton akibat tekanan pasokan ditambah dengan larangan ekspor bijih nikel oleh Indonesia yang dimajukan dua tahun lebih awal.

Kendati demikian, dalam beberapa perdagangan terakhir penguatan harga nikel tidak lagi menggebu-gebu seperti yang terjadi pada perdagangan awal tahun ini. Hal tersebut dikarenakan proyeksi permintaan yang dalam tekanan akibat perang dagang AS dan China mengalahkan sentimen pasokan yang menipis.

Padahal pada akhir Oktober, harga nikel sempat mendapat dukungan setelah Indonesia memberlakukan pembatasan sementara pada ekspor bijih nikel menyusul peningkatan tiba-tiba dalam jumlah ekspor menjelang larangan ekspor yang akan resmi berlaku pada Januari 2020.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 terpantau melemah 6,10 poin atau 0,41 persen ke level US$1.464,60 per troy ounce pukul 15.52 WIB.

Dilansir dari Reuters, harga emas melemah setelah Amerika Serikat dan China menunjukkan keinginan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan sebelum akhir tahun ini sehingga mendorong sentimen pasar dan minat investor terhadap aset berisiko sekaligus menjauhi aset safe haven.

“Pasar dilegakan oleh perkembangan (perdagangan) baru-baru ini. Itulah mengapa pergerakan saham naik,” ujar Julius Baer, analis Carsten Menke. “Pasar saham yang lebih kuat menahan harga emas di kisaran US$1.450-US$1.480.”

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta stagnan di Rp747.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas turun Rp500 menjadi Rp661.500 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top