Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, BBRI & BMRI Jadi Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,09 persen atau 5,49 poin ke level 6.094,75. Pada pukul 09.11 WIB, pergerakan indeks lanjut melemah 0,14 persen atau 8,32 poin ke level 6.091,92 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 November 2019  |  09:35 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (25/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,09 persen atau 5,49 poin ke level 6.094,75. Pada pukul 09.11 WIB, pergerakan indeks lanjut melemah 0,14 persen atau 8,32 poin ke level 6.091,92 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (22/11), indeks mengakhiri pergerakannya di level 6.100,24 dengan pelemahan 0,28 persen atau 17,12 poin.

Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, dipimpin oleh sektor aneka industri yang melemah 0,76 persen dan finansial yang turun 0,36 persen. Lima sektor lainnya bergerak di zona hijau, dipimpin pertanian yang menguat 0,31 persen.

Sebanyak 99 saham menguat, 55 saham melemah, dan 508 saham stagnan dari 662 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 1,19 persen dan 0,71 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG.

Di sisi lain, bursa saham di Asia mayoritas menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 yang naik 0,83 persen dan 0,92 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite menguat 0,11 persen.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Senin karena sentimen pendorong yang minim.

Research Analyst Arta Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam riset hariannya mengatakan IHSG ditutup melemah pada akhir pekan lalu karena didorong oleh kekhawatiran investor terkait sentimen global dan minimnya sentimen positif.

“Untuk Senin (25/11) IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low. Indikator MACD mengindikasikan trend distribusi menunjukkan potensi pelemahan,” ujarnya.

Pergerakan diperkirakan akan cukup terbatas dikarenakan masih minimnya sentimen pendorong. Dennies memprediksi IHSG bergerak di rentang titik resistance 6.119 hingga 6.138 dan titik support dari 6.068 hingga 6.084.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top