Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Milenial Lebih Suka Traveling Ketimbang Beli Emas Perhiasan

Puncak permintaan emas terjadi pada tahun 2000. Setelah itu, gaya hidup kalangan generasi milenial berubah. Traveling menjadi utama ketimbang investasi emas perhiasan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 23 November 2019  |  16:54 WIB
Seorang  pegawai toko emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan sedang menyusun emas perhiasan Senin (1/10/2018). - Bisnis/Arief Rahman
Seorang pegawai toko emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan sedang menyusun emas perhiasan Senin (1/10/2018). - Bisnis/Arief Rahman

Bisnis.com, JAKARTA -  Generasi milenial cenderung lebih tertarik meggunakan uangnya untuk traveling ketimbang menginvestasikannya dalam bentuk logam mulia seperti emas.

Kondisi ini menimbulkan peralihan gaya hidup yang menyebabkan permintaan emas terus bergerak turun sejak tahun 2000 terutama untuk emas perhiasan.

Hendry Widjaya, pemilik toko Sembaga Gold mengatakan puncak kejayaan emas adalah pada tahun 2000 ketika masyarakat menyerbu toko emas untuk membeli perhiasan.

Umumnya masyarakat akan menyisihkan uangnya untuk melakukan pembelian emas perhiasan dan memakainya. Namun, kini seiring dengan generasi milenial yang memberikan kontribusi terbesar di usia poduktif saat ini, permintaan emas perhiasan mulai bergerak turun.

“Terjadi pergantian gaya hidup. Generasi milenial lebih memilih menyisihkan uangnya untuk traveling, membelikan gadget, skincare, dan untuk yang laki-laki lebih memilih untuk mengambil kredit kendaraan dibandingkan dengan emas, sangat berbeda dengan orang tua kita,” ujar Hendry saat acara Gold Investment Series Talkshow Lakuemas di Jakarta.

Toko melakukan inovasi agar generasi milenial melirik emas perhiasan sebagai bagian dari gaya hidup. Hendry mengatakan sejak diluncurkannya kalung alfabet yang diluncurkan oleh fashion stylist Caren Delano bekerja sama dengan UBS Gold, perlahan diminati kalangan milenial.

“Kalung itu hits sekali, permintaan tetap tinggi meskipun harganya yang mahal di tengah ekonomi dalam negeri saat ini tidak sebaik ekspektasi dan ini sangat kekinian sekali. Milenial sekarang berlomba untuk memiliki kalung tersebut sekarang,” paparnya.

Oleh karena itu, dia optimistis emas perhiasan akan mendapatkan masa kejayaannya lagi mengingat emas masih dipandang sebagai aset investasi aman atau pelindung nilai.

Di sisi lain, menurut penelitian yang dilakukan oleh Wharton Pension Research Council, milenial harus menyisihkan 40% dari penghasilannya untuk masa depan. Agar dapat menikmati standar hidup di masa pensiun yang diinginkan.

Direktur Pengembangan Bisnis Lakuemas Junior Sambyanto mengatakan bahwa pihaknya merasa memiliki kewajiban untuk edukasi masyarakat, terutama generasi milenial, untuk dapat mempersiapkan hari tuanya sehingga dapat menikmati standar kehidupan yang diinginkan.

“Lewat Lakuemas, kami mencoba memperkenalkan kemudahan dalam membeli emas dan perhiasan. Kami melihat bahwa kaum millennials juga harus diingatkan kembali untuk mempunyai simpanan emas dan perhiasan, seperti halnya generasi kakek nenek dan orang tua kita yang menjadikan emas dan perhiasan sebagai alat investasi,” papar dia.

Adapun, Lakuemas merupakan salah satu penyelenggara perdagangan emas fisik digital, yang menawarkan beli dan jual emas secara digital.

Lakuemas memberikan layanan mulai dari pembelian, penjualan, pengiriman dan penarikan emas tanpa adanya biaya penyimpanan serta mendapatkan keuntungan tambahan berupa kemudahan dalam menarik emas fisik di hampir 100 toko perhiasan yang ada di hampir semua kota besar di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas generasi milenial
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top