Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini, BMRI & BBCA Penekan Utama

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis pada awal perdagangan hari ini, Jumat (22/11/2019), dengan saham BMRI dan BBCA sebagai penekan utama.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2019  |  09:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis pada awal perdagangan hari ini, Jumat (22/11/2019), dengan saham BMRI dan BBCA sebagai penekan utama.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka turun tipis 0,03 persen atau 1,57 poin di level 6.115,79. Pada pukul 09.06 WIB, pergerakan indeks lanjut melandai ke level 6.112,81 dengan koreksi 0,07 persen atau 4,55 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/11), indeks mengakhiri pergerakannya di level 6.117,36 dengan pelemahan 0,61 persen atau 37,74 poin.

Tiga dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, dipimpin finansial (-0,50 persen). Enam sektor lainnya bergerak di zona hijau dipimpin infrastruktur yang menguat 0,42 persen.

Sebanyak 20 saham menguat, 11 saham melemah, dan 631 saham stagnan dari 662 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 1,05 persen dan 0,32 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melemah 0,22 persen atau 1,20 poin ke level 540,35 pukul 09.06 WIB, setelah berakhir melorot 0,87 persen atau 4,78 poin di posisi 541,55 pada Kamis (21/11).

Sebaliknya, indeks saham lainnya di Asia mayoritas justru mampu bergerak positif pada Jumat (22/11) pagi, di antaranya  indeks Nikkei 225 Jepang (+0,68 persen), indeks Kospi Korea Selatan (+0,31 persen), dan indeks Hang Seng Hong Kong (+0,53 persen).

Di China, dua indeks saham utamanya, indeks Shanghai Composite dan blue chip CSI 300 China masing-masing ikut naik 0,36 persen dan 0,33 persen.

Indosurya Bersinar Sekuritas menyatakan pola pergerakan IHSG terlihat masih memiliki peluang untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya selama support level dapat dipertahankan dengan baik, 

Menurut Vice President Research Department William Surya Wijaya hal ini juga ditunjang oleh masih tercatatnya capital inflow secara ytd serta stabilnya nilai tukar.

"Dengan demikian dalam jangka pendek hingga menengah IHSG masih berada dalam jalur uptrend di level 6.024 - 6.202," demikian menurut riset hariannya.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat (22/11) terpantau melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.095 per dolar AS pada pukul 08.52 WIB, setelah berakhir terapresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen di posisi 14.092 pada Kamis (21/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top