Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Dolar AS Turun Tipis Pascarilis Fed Minutes

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak negatif pada perdagangan pagi ini, Kamis (21/11/2019), pascarilis risalah rapat Federal Reserve.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 November 2019  |  11:16 WIB
Ilustrasi Dolar AS - Reuters
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak negatif pada perdagangan pagi ini, Kamis (21/11/2019), pascarilis risalah rapat Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, turun tipis 0,064 poin atau 0,07 persen ke level 97,870 pada pukul 10.26 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (20/11), indeks dolar AS mampu membukukan sedikit kenaikan 0,078 poin atau 0,08 persen dan berakhir di level 97,934, kenaikan hari kedua.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis pada Rabu (20/11) waktu setempat memberikan sedikit petunjuk atas perubahan pandangan bank sentral AS itu setelah memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini dan mengisyaratkan jeda pelonggaran.

Menurut risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (Fed minutes) pada 29-30 Oktober, para pembuat kebijakan menilai kebijakan akan dikalibrasi dengan baik setelah pemangkasan suku bunga pada 30 Oktober.

Kebijakan moneter kemungkinan akan tetap seperti itu selama informasi yang masuk mengenai ekonomi tidak menghasilkan penilaian prospek ekonomi ulang.

Di sisi lain, The Fed juga menekankan bahwa risiko terhadap ekonomi AS tetap tinggi saat mereka sepakat untuk menahan suku bunga menyusul pemangkasan ketiga tahun ini pada Oktober.

"Secara khusus, risiko terhadap prospek yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan internasional masih dianggap signifikan. Risiko bahwa perlambatan pertumbuhan global semakin membebani ekonomi domestik tetap menonjol,” tulis risalah tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, pasar keuangan masih diwarnai oleh tensi baru antara pemerintah AS dan China seputar rancangan undang-undang (RUU) yang mendukung demonstran Hong Kong.

Persetujuan atas RUU ini dapat memperumit perundingan perdagangan AS-China sekaligus menunda kesepakatan “fase satu” yang sangat diharapkan oleh investor untuk dapat segera ditandatangani.

Tomoo Kinoshita, kepala ekonom di Invesco Asset Management Tokyo, mengatakan sangat kecil kemungkinan harapan pasar akan sepenuhnya pudar terkait kesepakatan perdagangan.

"Selalu ada ketidakpastian dalam pembicaraan perdagangan tetapi itu tidak akan menghapus efek positif dari tanda-tanda tersentuhnya titik terbawah (bottom out) dalam sektor manufaktur global,” terang Kinoshita, dikutip dari Reuters.

Posisi indeks dolar AS
TanggalPosisi
21/11/2019

(Pk. 10.26 WIB)

97,870

(-0,07 persen)

20/11/2019

 

97,934

(+0,08 persen)

19/11/201997,856

(+0,06 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top