Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Naik Dua Digit, Tapi Indosat (ISAT) Masih Rugi

Dari sisi belanja modal, perusahaan merealisasikan belanja modal sebesar Rp8,57 triliun yang Rp7,7 triliun di antaranya dialokasikan pada segmen seluler.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 06 November 2019  |  10:50 WIB
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,42% selama Januari hingga September 2019. Namun, operator telekomunikasi ini masih mencatatkan rugi sebesar Rp284,59 miliar.

Dikutip dari laporan keuangannya, Rabu (6/11/2019), emiten sektor telekomunikasi ini selama sembilan bulan meraup pendapatan sebesar Rp18,85 triliun atau naik 12,42% dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun lalu yakni Rp16,77 triliun.

Kendati mencatatkan pertumbuhan dobel digit pada pendapatan, ISAT belum bisa lepas dari kerugian yang ditanggung sejak penerapan registrasi kartu SIM prabayar tahun lalu.

Dari sisi nominal, rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk cenderung turun sebesar 81,5%. Pada kuartal III/2019, perseroan menekan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp284,59 miliar dari semula Rp1,54 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, perusahaan meraup pendapatan dari lini seluler yakni Rp15,08 triliun atau tumbuh 14,48% dari Rp13,17 triliun. Lalu, pendapatan dari segmen multimedia, komunikasi data dan internet (MIDI) sebesar Rp3,02 triliun atau turun 6,88% dibandingkan dengan periode yang sama 2018, yakni Rp3,25 triliun.

Kemudian, pos pendapatan dari telekomunikasi Rp520,35 miliar yang turun 8,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp568,58 miliar.

Sementara itu, dari pos beban penyediaan jasa mencapai Rp8,93 triliun atau naik 2,68% dibanding periode yang sama pada 2018 yakni Rp8,69 triliun. Pos beban lain yaitu penyusutan dan amortisasi juga naik 15,48% yakni dari Rp6,14 triliun menjadi Rp7,1 triliun. Lalu, beban pemasaran naik 6,85% dari Rp721,04 miliar menjadi Rp770,47 miliar.

Berbeda dengan ketiga pos beban itu, beban karyawan justru turun sebesar 23,35% dari Rp1,67 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Dengan demikian, total beban selama sembilan bulan mencapai Rp17,33 triliun atau naik 4,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp16,59 triliun.

Dari sisi belanja modal, perusahaan merealisasikan belanja modal sebesar Rp8,57 triliun yang Rp7,7 triliun di antaranya dialokasikan pada segmen seluler. Dengan realisasi tersebut, ISAT telah membelanjakan 85,7% dari total belanja modal tahun ini yaitu Rp10 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat kinerja emiten
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top