Ditopang Sentimen dari China, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat tipis pada perdagangan Senin (21/10/2019) setelah saham China berbalik menguat, didukung oleh harapan untuk kemajuan dalam penyelesaian perang perdagangan AS-China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  15:13 WIB
Ditopang Sentimen dari China, Bursa Asia Menguat
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat tipis pada perdagangan Senin (21/10/2019) setelah saham China berbalik menguat, didukung oleh harapan untuk kemajuan dalam penyelesaian perang perdagangan AS-China.

Indeks MSCI Asia Pacific di Luar Jepang terpantau menguat 0,25 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing 0,05 persen dan 0,3 persen.

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing menguat masing-masing 0,41 persen dan 0,25 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,09 persen.

Dilansir dari Reuters, pasar saham China tampaknya mendapat dorongan dari komentar wakil perdana menteri China Liu He pada hari Jumat (18/10) bahwa Beijing akan bekerja dengan Amerika Serikat untuk mengatasi kekhawatiran satu sama lain, dan bahwa menghentikan perang dagang merupakan hal yang baik untuk kedua pihak dan dunia.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia berpikir kesepakatan perdagangan antara AS dan China akan ditandatangani pada saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik yang berlangsung di Chili pada 16-17 November mendatang.

Bursa saham Hong Kong juga terangkat setelah bursa-bursa China merevisi aturan untuk memungkinkan investor daratan membeli saham kelas dua yang terdaftar di Hong Kong untuk pertama kalinya.

"Kami mendapat kabar positif dari Liu, dan dibukanya akses investor China langsung ke saham ganda Hong Kong adalah hal positif lainnya," kata Sean Darby, analis ekuitas global di Jefferies, seperti dikutip Reuters.

"Masih banyak investor yang wait and see, dan hanya ada delapan atau sembilan pekan yang tersisa sebelum akhir tahun ini. Saya berharap pasar akan tetap menarik," lanjutnya.

Bursa China pada hari Jumat merevisi aturan yang akan memungkinkan saham kelas ganda yang terdaftar di Hong Kong untuk dimasukkan dalam skema Stock Connect untuk pertama kalinya, yang mendorong saham perusahaan teknologi populer seperti Xiaomi Corp dan Meituan Dianping menguat pada Senin.

Perubahan aturan yang akan mulai berlaku pada 28 Oktober tersebut bisa menjadi katalis positif bagi saham Hong Kong, yang telah terpukul di tengah aksi demonstrasi yang kerap berakhir dengan kekerasan dalam beberapa bulan terakhr.

Bursa saham berjangka AS naik 0,22 persen di Asia karena investor bersiap untuk laporan keuangan sejumlah emiten besar pekan ini, mulai dari Microsoft Corp, Amazon.com, dan lainnya.

Adapun indeks S&P 500 turun 0,4 persen pada hari Jumat sebagian karena kekhawatiran tentang dampak dari perang perdagangan AS-China.

Perselisihan selama 15 bulan tentang kebijakan perdagangan dan industri China hanya menunjukkan sedikit tanda akan berakhir, meskipun adanya sejumlah putaran pembicaraan.

Pasar keuangan telah mengalami gejolak selama periode ini karena perang perdagangan telah memperlambat perdagangan global dan meningkatkan risiko resesi untuk beberapa negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia, IHSG

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top