Pasar Tunggu Pengumuman Kabinet Jokowi, IHSG Bertahan Positif Siang Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mempertahankan momentum pergerakannya di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (21/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  12:39 WIB
Pasar Tunggu Pengumuman Kabinet Jokowi, IHSG Bertahan Positif Siang Ini
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mempertahankan momentum pergerakannya di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (21/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik 0,12 persen atau 7,56 poin ke level 6.199,51 pada akhir sesi I dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (18/10), IHSG berakhir di level 6.191,95 dengan kenaikan 0,18 persen atau 10,93 poin, reli penguatan perdagangan hari keenam beruntun.

Penguatan indeks mulai berlanjut pada Senin (21/10) pagi dengan dibuka naik 0,26 persen atau 15,94 poin di posisi 6.207,89. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.199,27 – 6.228,23.

Tiga dari sembilan sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin barang konsumen (+0,82 persen). Enam sektor lainnya parkir di zona merah, dipimpin aneka industri yang turun 0,13 persen.

Sebanyak 171 saham menguat, 199 saham melemah, dan 288 saham stagnan dari 658 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 1,85 persen menjadi penopang uatama kenaikan IHSG.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas ikut menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,43 persen dan 0,31 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,17 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite turun tipis 0,04 persen saat indeks CSI 300 menguat 0,30 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,26 persen.

Dilansir dari Reuters, penguatan bursa Asia didorong harapan atas progres penyelesaian perang perdagangan AS-China dan ekspektasi arus masuk investasi yang lebih besar ke Hong Kong.

Wakil Perdana Menteri China Liu He pada Jumat (17/10) mengatakan bahwa China akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengatasi keresahan satu sama lain, dan bahwa menghentikan perang dagang akan baik bagi kedua pihak dan dunia.

Saham-saham di Hong Kong juga terangkat setelah otoritas bursa China merevisi aturan untuk memungkinkan investor China daratan membeli saham-saham dual-class yang terdaftar di Hong Kong untuk pertama kalinya.

"Kita mendapat kabar positif dari Liu, dan memungkinkan investor China mendapatkan akses langsung ke saham dual-class Hong Kong adalah kabar positif lainnya,” terang Sean Darby, pakar strategi ekuitas global di Jefferies di Hong Kong.

Meski demikian, sentimen domestik dinilai bakal lebih memainkan peran dalam pergerakan IHSG pada awal pekan ini. Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menjelaskan sentimen domestik kini lebih dominan mempengaruhi pergerakan.

“Faktor luar sementara ini tidak berpengaruh. [Sentimen] Internal lebih dominan. Pelantikan presiden dan pengumuman kabinet bakal menunjukkan kestabilan politik yang bisa menjadi katalis positif bagi IHSG pada pekan ini,” tuturnya kepada Bisnis.

“Dari kemarin-kemarin ada yang bilang demo mengganggu pelantikan ini. Tapi kalau berjalan lancar kan artinya bagus. Presiden juga akan mengumumkan susunan kabinet, yang kita tunggu apakah bagus,” tambahnya.

Di sisi lain,  MNC Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG pada perdagangan hari ini mulai terbatas dan rentan terkoreksi.

“View kami untuk IHSG belum berubah, selama IHSG belum menguat menembus level 6.283 posisi IHSG saat ini, kami perkirakan masih berada di wave (iv), di mana penguatan IHSG sudah terbatas dan rentan terkoreksi," tulis Tim Riset MNC Sekuritas melalui riset harian.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 naik 0,12 persen atau 0,66 poin ke level 540,93, sedangkan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index naik 0,18 persen atau 1,23 poin ke posisi 682,89 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat 33 poin atau 0,23 persen ke level Rp14.115 per dolar AS pada pukul 11.26 WIB, di tengah penguatan mata uang emerging market di Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top