Moody's: Indosat (ISAT) Berpeluang Kembali Jual 3.000 Menara Telekomunikasi

Seperti diketahui, perusahaan telah meneken perjanjian jual-beli dan sewa kembali 3.100 menara dengan nilai Rp6,39 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  19:54 WIB
Moody's: Indosat (ISAT) Berpeluang Kembali Jual 3.000 Menara Telekomunikasi
Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha (kiri) bersama Director Android Partnerships, South East Asia and South Asia Google Mahir Sahin memperlihatkan logo kedua perusahaan di Jakarta, Rabu (3/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Moody’s Investors Service menyebut PT Indosat Tbk. masih berpeluang untuk kembali melego 2.000-3.000 menara telekomunikasi untuk menggalang dana segar.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (17/10/2019), Moody’s menyebutkan penjualan menara berikutnya masih memungkinkan untuk dilakukan. Melalui penjualan 2.000 menara hingga 3.000 menara lagi, operator berwarna kuning itu bisa mendapatkan tambahan dana segar untuk mendukung belanja modal perusahaan.

Seperti diketahui, perusahaan telah meneken perjanjian jual-beli dan sewa kembali 3.100 menara dengan nilai Rp6,39 triliun. Dengan penjualan tersebut, emiten berkode saham ISAT itu masih memiliki sekitar 5.000 menara.

Hal itu dilakukan guna menutup kebutuhan belanja modal yang telah ditetapkan sebesar Rp30 triliun dari 2019 hingga 2021. Penambahan belanja modal tersebut menjadi penting untuk mengejar ketertinggalan penggelaran jaringan 4G.

Lebih lanjut, Moody’s menilai langkah penjualan menara berdampak positif terhadap likuiditas ISAT. Namun, transaksi penjualan dan sewa kembali menara tersebut tak akan berimbas pada leverage perusahaan karena pihaknya menerapkan standar penyesuaian pada capitalizing operating lease atau sewa guna usaha yang akan masuk kembali ke nilai utang.

Dengan demikian, pasca-transaksi tersebut ISAT masih akan menjadi penyewa menara, baik bagi Mitratel maupun Protelindo, yang memenangkan lelang dengan biaya sewa kembali sebesar Rp10 juta per bulan selama 10 tahun dengan opsi pembaruan kontrak.

Moody’s mengestimasikan leverage ISAT berada di level 3 kali hingga 3,2 kali pada 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

Metrik utang ISAT masih lemah untuk mencapai peringkat Baa3. Moody’s pun berekspektasi tingginya leverage dan arus kas bebas yang negatif dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

ISAT melanjutkan peningkatan fundamental operasinya melalui perbaikan pangsa pasar dan margin yang lebih menguntungkan guna menjaga kestabilan proyeksi peringkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, indosat

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top