Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kantongi Pinjaman Rp624 Miliar dari BCA, Ini Rencana Ekspansi Dharma Satya Nusantara (DSNG)

Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi pada perseroan dan anak perusahaan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  08:01 WIB
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo (kiri) berbincang dengan Direktur Timotheus Arifin Cahyono di sela-sela public expose dan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo (kiri) berbincang dengan Direktur Timotheus Arifin Cahyono di sela-sela public expose dan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mendapatkan kucuran dana segar dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) sebesar Rp624 miliar.

Dalam laman keterbukaan informasi, manajemen mengungkapkan bahwa kedua pihak telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan BCA pada Kamis 11 Oktober 2019. Emiten berkode saham DSNG itu mendapatkan fasilitas kredit jangka panjang sebesar Rp624 miliar.

DSNG mendapatkan pinjaman tersebut dengan tenor maksimal 10 tahun. Sekretaris Perusahaan Dharma Satya Nusantara Paulina Suryantin mengatakan perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi pada perseroan dan anak perusahaan.

“Dana akan kami pakai untuk investasi dan modal kerja di perseroan dan anak perusahaan,” katanya kepada Bisnis pada Selasa (15/10/2019).

Supriyadi menambahkan dana tersebut akan dipakai untuk menambah kapasitas operasional salah satu pabrik di Kalimantan Timur.

Menurutnya, terdapat dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Bima Palma dengan masing-masing kapasitas 30 ton per jam. Salah satu dari pabrik tersebut akan dinaikkan menjadi 60 ton per jam. Dengan begitu total pengolahan yang diincar oleh perseroan mencapai 570 ton per jam.

“Ada rencana penambahan kapasitas 1 pabrik yang di Kalimantan Timur dari 30 ton per jam menjadi 60 ton per jam,” imbuhnya.

Selain itu, manajemen mengungkapkan bila pinjaman akan berdampak terhdap kegiatan operasioanal. Pasalnya, emiten perkebunan tersebut dapat menunjang pembiayaan untuk pengembangan usaha perseroan. Pinjaman tersebut juga menambah ketersediaan dana dan mendukung kelangsungan usaha perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dharma satya nusantara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top