Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah Rupiah Menguat 13 Poin, Won Pimpin Gerak Positif Mata Uang Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (14/10/2019) di level Rp14.126 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09 persen dari posisi Rp14.139 pada Jumat (11/10).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  11:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (14/10/2019) di level Rp14.126 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09 persen dari posisi Rp14.139 pada Jumat (11/10).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.197 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.055 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.113 per dolar AS pada pukul 11.28 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.130 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu (11/10) rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.138 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.113-Rp14.139 per dolar AS.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia juga menguat, dipimpin won Korea Selatan yang terapresiasi 0,55 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.33 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan1.182,33+0,55
Yuan China7,0538+0,5
Yuan offshore7,0553+0,37
Dolar Singapura1,3684+0,36
Peso Filipina51,445+0,29
Rupee India70,8112+0,29
Ringgit Malaysia4,179+0,18
Rupiah14.113+0,18
Dolar Taiwan40,577+0,13
Dolar Hong Kong7,8432+0,00
Yen Jepang108,35+0,05
Baht Thailand30,452+0,17

Dilansir dari Bloomberg, sebagian besar mata uang emerging market di Asia menguat, setelah pembicaraan AS dan China berakhir dengan menyepakati garis besar perjanjian perdagangan parsial.

Sebagai bagian dari kesepakatan, China akan meningkatkan pembelian komoditas pertanian AS, sementara AS akan menunda kenaikan tarif yang akan jatuh tempo minggu ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dan China telah mencapai kesepakatan perdagangan 'Fase 1'. Selain itu, Trump mengumumkan perjanjian yang mencakup pertanian, mata uang, dan beberapa aspek perlindungan kekayaan intelektual.

“Kesepakatan perdagangan terlihat lebih simbolis daripada substansial, dan mungkin lebih baik digambarkan sebagai 'gencatan senjata perdagangan sementara,'" kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank, seperti dikutip Reuters.

"Perjanjian Fase 1 ini, jika ditandatangani, hanya sedikit mencerahkan prospek perdagangan dan pertumbuhan global. Meskipun seharusnya tidak mencegah Fed untuk menurunkan suku bunga pada 30 Oktober, itu tidak memberikan alasan kuat untuk depresiasi dolar AS yang signifikan atau berkelanjutan,” lanjutnya.

Kesepakatan itu merupakan langkah terbesar antara AS dan China dalam sengketa perdagangan. Pengumuman Jumat memberikan banyak rincian dan Trump mengatakan pakta tertulis akan memakan waktu hingga lima pekan.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,075 poin atau 0,08 persen ke level 98,376 pada pukul 11.38 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,062 poin atau 0,06 persen di posisi 98,363, setelah pada perdagangan Jumat ditutup melemah 0,4 poin atau 0,41 persen di posisi 98,301.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
14 Oktober14.126
11 Oktober14.139
10 Oktober14.157
9 Oktober14.182
8 Oktober14.170

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bank indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top