Kurs Tengah Menguat 25 Poin, Seluruh Mata Uang Asia Unjuk Gigi

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (10/10/2019) di level Rp14.157 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.182 pada Rabu (9/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  12:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (10/10/2019) di level Rp14.157 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.182 pada Rabu (9/10/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.228 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.086 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 24 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.149 per dolar AS pada pukul 11.29 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (9/10), rupiah berakhir di level 14.173 per dolar AS dengan terdepresiasi tipis 0,08 persen atau 11 poin.

Sebelum berbalik menguat, mata uang Garuda tersebut sempat melanjutkan pelemahannya pada Kamis (10/10) pagi ini, dengan dibuka terdepresiasi 6 poin atau 0,04 persen di level 14.179.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia juga menguat, dipimpin yuan Offshore China yang terapresiasi 0,28 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.31 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Yuan Offshore China

7,1180

+0,28

Dolar Taiwan

30,758

+0,25

Yuan Onshore China

7,1150

+0,25

Peso Filipina

51,670

+0,19

Rupiah

14.149

+0,17

Dolar Singapura

1,3788

+0,14

Won Korea Selatan

1.196,54

+0,11

Baht Thailand

30,305

+0,11

Ringgit Malaysia

4,1930

+0,08

Rupee India

71,0363

+0,05

Dolar Hong Kong

7,8431

+0,03

Yen Jepang

107,46

+0,02

Dilansir dari Bloomberg, sentimen risiko membaik di tengah laporan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan pakta mata uang yang sebelumnya disepakati dengan China sebagai bagian dari kesepakatan awal.

“Pakta mata uang mungkin membutuhkan nilai tukar yuan China yang lebih kuat. Jika pergerakan yuan China terhadap dolar AS mencerminkan hal ini sampai batas tertentu, maka pantaslah mata uang Asia menguat untuk mengantisipasinya,” ujar Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, Singapura.

“Penguatan (mata uang) di wilayah tersebut (Asia) tampaknya merupakan reaksi awal kelegaan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He tidak pulang lebih awal,” tambahnya.

CNBC mengabarkan bahwa Gedung Putih tidak mengetahui adanya rencana delegasi China untuk pulang lebih awal seperti yang tersiar sebelumnya.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,13 persen ke level 98,994 pada pukul 11.21 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,142 poin atau 0,14 persen di level 98,976. Adapun pada perdagangan Rabu (9/10), indeks dolar ditutup turun 0,02 persen atau 0,015 poin di posisi 99,118.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

10 Oktober

14.157

9 Oktober

14.182

8 Oktober

14.170

7 Oktober

14.156

4 Oktober

14.135

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top