Kurs Tengah Menguat 18 Poin, Won Korea Selatan Paling Kekar di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (11/10/2019) di level Rp14.139 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,12 persen dari posisi Rp14.157 pada Kamis (10/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  11:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (11/10/2019) di level Rp14.139 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,12 persen dari posisi Rp14.157 pada Kamis (10/10/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.210 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.068 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.144 per dolar AS pada pukul 11.01 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/10), rupiah berakhir di level 14.150 per dolar AS dengan apresiasi 0,16 persen atau 23 poin. Mata uang Garuda mulai melanjutkan penguatannya pada Jumat (11/10) pagi ini, dengan dibuka terapresiasi 20 poin atau 0,14 persen di level 14.130.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 14.127 -14.145.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia juga menguat, dipimpin won Korea Selatan yang terapresiasi 0,61 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.13 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan

1.188,80

+0,61

Dolar Taiwan

30,692

+0,22

Peso Filipina

51,586

+0,22

Rupee India

70,9288

+0,19

Yuan Onshore China

7,1029

+0,19

Ringgit Malaysia

4,1850

+0,11

Dolar Singapura

1,3745

+0,09

Rupiah

14.144

+0,04

Yuan Offshore China

7,1026

+0,02

Yen Jepang

107,96

+0,02

Dolar Hong Kong

7,8418

+0,01

Baht Thailand

30,464

-0,08

Dilansir dari Bloomberg, sebagian besar mata uang emerging market di Asia menguat, dipimpin oleh won Korea Selatan, di tengah tumbuhnya optimisme bahwa gencatan senjata perdagangan dapat dicapai antara pemerintah AS dan China.

Presiden AS Donald Trump mengatakan hari pertama negosiasi perdagangan yang telah berlangsung pada Kamis (10/10) berjalan dengan "sangat baik" dan dia berencana untuk bertemu juru runding tingkat tinggi China pada Jumat (11/10) waktu setempat.

Menurut Terence Wu, pakar strategi valas di Oversea-Chinese Banking Corp., pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara keseluruhan telah bertahan dalam kisaran ketat dan relatif kurang responsif terhadap pemberitaan mengenai AS-China dibandingkan dengan mata uang lain di Asia

“Namun demikian, jika ada hasil positif dari perundingan perdagangan, kami masih memperkirakan IDR akan memperoleh keuntungan, bahkan jika secara tangensial,” tambah Wu.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun 0,04 persen ke level 98,662 pada pukul 11.20 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka stagnan di level 98,701, setelah ditutup melemah 0,42 persen atau 0,417 poin pada perdagangan Kamis (10/10).

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

11 Oktober

14.139

10 Oktober

14.157

9 Oktober

14.182

8 Oktober

14.170

7 Oktober

14.156

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top