Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sengketa Perdagangan Kembali Jadi Penekan, Mayoritas Bursa Asia Melemah

Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (9/10/2019) karena sengketa perdagangan dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan China tidak menunjukkan tanda akan segera berakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  15:30 WIB
bursa asia
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (9/10/2019) karena sengketa perdagangan dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan China tidak menunjukkan tanda akan segera berakhir.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,61 persen, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah 0,3 persen dan 0,61 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,61 persen.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup berbalik menguat masing-masing 0,39 persen dan 0,14 persen setelah emiten perbankan dan real estat  melonjak.

Kurva yield obligasi Treasury AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga lebih lanjut dan dimulainya kembali pembelian obligasi untuk mengatasi lonjakan dalam suku bunga pasar uang.

Dilansir Reuetrs, AS dan China terlibat dalam pertikaian selama satu tahun yang perlahan-lahan meluas di luar kebijakan perdagangan, menunjukkan lebih banyak tekanan pada ekonomi global yang sudah rapuh.

"Pasar saham masih berusaha memperkirakan perlambatan pertumbuhan global," kata Kiyoshi Ishigane, kepala fund manager di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co, seperti dikutip Reuters.

"Perselisihan antara AS dan China tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kami kehilangan kepercayaan pada ekonomi AS. Ada lebih banyak ketidakpastian tentang ke mana arah Fed sebenarnya," lanjutnya.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pembatasan visa pada pejabat China hanya sehari setelah Departemen Perdagangan AS memutuskan untuk menambah 20 biro keamanan publik China dan delapan perusahaan ke dalam daftar hitam perdagangan karena terlibat kekerasan terhadap Muslim Uighur di CHina.

Saham pemasok Apple Inc melemah, termasuk Luxshare Precision dan O-Film Tech, setelah media pemerintah China mengkritik produsen iPhone tersebut atas penggunaan aplikasi oleh pengunjuk rasa di Hong Kong.

Langkah-langkah AS menurunkan ekspektasi pembicaraan perdagangan AS-China di Washington, di mana wakil negosiator bertemu untuk hari kedua guna mempersiapkan pertemuan tingkat menteri pada hari Kamis dan Jumat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top