Dana Kelolaan PNM Investment Management Ditargetkan Tembus Rp12 Triliun

Sejak awal tahun ini, PT PNM Investment Management telah meluncurkan 6 produk reksa dana penyertaan terbatas, 2 produk reksa dana pasar uang, dan 2 produk reksa dana terproteksi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 September 2019  |  18:54 WIB
Dana Kelolaan PNM Investment Management Ditargetkan Tembus Rp12 Triliun
Petugas menjelaskan tata cara berinvestasi kepada calon investor di gedung Jakarta Investment Center (JIC), Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—PT PNM Investment Management mencetak lonjakan dana kelolaan atau asset under management sebesar 42% secara year-to-date. Adapun, reksa dana penyertaan terbatas dan reksa dana pendapatan tetap diklaim menjadi kontributor utama kenaikan asset under management (AUM) dari fund manager pelat merah ini.

Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji menyampaikan, sejauh ini perseroan membukukan total dana kelolaan menembus dua digit menjadi Rp12,1 triliun, naik sebesar 42% dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu senilai Rp8,56 triliun.

“Target akhir tahun ini Rp12,1 triliun, sekarang sudah Rp12 triliun. Semoga bisa lebih lagi. Mayoritas [kontribusi] dari RDPT [reksa dana penyertaan terbatas] dan [reksa dana] fixed income” katanya di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Adapun, pertumbuhan dana kelolaan PNM Investment Management tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan AUM industri yang naik 9,1% ytd. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, total AUM reksa dana tercatat senilai Rp551 triliun per pekan kedua September 2019.

Direktur Operasional dan Keuangan PNM Investment Management Ade S. Djajanegara menambahkan, peningkatan dana kelolaan tersebut juga didorong oleh terbitnya produk-produk reksa dana baru, baik RDPT maupun reksa dana jenis open-end, seperti reksa dana pasar uang, dan reksa dana terproteksi.

Sejak awal tahun ini, perseroan telah meluncurkan 6 produk reksa dana penyertaan terbatas, 2 produk reksa dana pasar uang, dan 2 produk reksa dana terproteksi.

Saat ini, masih ada 2 produk reksa dana penyertaan terbatas lagi yang sudah efektif tapi belum terbit dan 2 produk lagi yang masih diproses di OJK.

Selain itu, kata Ade, PNM Investment Management juga menjajaki peluang untuk menerbitkan produk investasi alternatif lain seperti dana investasi infrastruktur (Dinfra), dana investasi real estate (DIRE), dan kontrak investasi kolektif-efek beragun aset (KIK-EBA).

“Sekarang kami masih dalam proses untuk mencari proyek yang bisa dikerjasamakan, baik Dinfra, DIRE, maupun KIK—EBA. Memang perlu waktu untuk mencari proyek yang sesuai,” ujar Ade.

Bambang mengakui, saat ini PNM IM masih banyak mengeluarkan reksa dana penyertaan terbatas karena fokus perseroan pada pengembangan pembiayaan sektor riil unggulan yang berorientasi ekspor sebagai penghasil devisa, sektor riil di bidang infrastruktur clean energy, maupun sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pmn, reksa dana

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top