PPA dan SMF Segera Terbitkan Surat Berharga Korporasi Total Rp300 Miliar

Direktur PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) Imam Rachman menyatakan bahwa tujuan penerbitan Surat Berharga Korporasi (SBK) itu adalah untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 September 2019  |  06:42 WIB
PPA dan SMF Segera Terbitkan Surat Berharga Korporasi Total Rp300 Miliar
Jajaran direksi SMF, direksi BEI dan profesi penunjang emisi PUB IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 berfoto bersama usai pencatatan perdana instrumen tersebut di BEI, Senin (25/3/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) dan PT Sarana Multigrita Finansial (Persero) bersiap menerbitakan instrumen pembiayaan berupa Surat Berharga Korporasi pada tahun ini dengan nilai masing-masing Rp100 miliar dan Rp200 miliar.

Direktur PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) Imam Rachman menyatakan bahwa tujuan penerbitan Surat Berharga Korporasi (SBK) itu adalah untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

“Kebetulan modal kerja kita cocok buat SBK ini karena buat kita ada kepentingan yang perlu discounted, tidak ada kewajiban bunga, itu yang kita rasa cukup,” kata Imam di Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, modal kerja ini menguntungkan karena PPA menargetkan tenor 1 tahun, selain itu juga tidak ada jaminan. “Arranger kami nanti Danareksa [Sekuritas]. Ratingnya juga sedang proses,” jelas Imam.

Selain PPA, PT Sarana Multigrita Finansial (Persero) juga bersiap menerbitkan Surat Berharga Komersial tahun ini. Direktur SMF Heliantopo mengatakan perseroan akan menerbitkan SBK senilai Rp200 miliar untuk mendukung kepemilikan rumah.

“Kami tugasnya di bidang perumahan tapi tidak bisa langsung tapi pakai penyalur kredit pemilikan rumah [KPR],” kata Heliantopo.

Mekanismenya, lanjut Heliantopo, melalui sekuritisasi lalu menjual aset KPR yang dimiliki bank ke pasar modal. Mekanisme kedua adalah surat utang untuk disalurkan ke penyalur KPR.

Heliantopo menyatakan, sumber dana SMF yang utama adalah dana jangka panjang. “Surat utang yang sudah diterbitkan SMF adalah Rp33,93 triliun,” tuturnya.

SBK adalah surat berharga yang diterbitkan oleh korporasi nonbank berbentuk surat sanggup (promissory note) dan berjangka waktu sampai dengan 1 tahun yang terdaftar di Bank Indonesia.

SBK menjadi salah satu instrumen pasar uang yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pembiayaan oleh korporasi nonbank. Untuk mendorong penerbitan dan transaksi instrumen SBK, Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan ketentuan dalam upaya meningkatkan tata kelola penerbitan, mekanisme transaksi, penyelesaian transaksi, pencatatan dan penatausahaan instrumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top