Pilarmas Investindo Sekuritas : Sentimen Global Masih Pengaruhi Pasar Obligasi

Ada sejumlah sentimen eksternal yang bakal mempengaruhi pergerakan obligasi pada perdagangan Selasa (24/9/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 24 September 2019  |  09:01 WIB
Pilarmas Investindo Sekuritas : Sentimen Global Masih Pengaruhi Pasar Obligasi
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi pasar obligasi melemah terbatas pada perdagangan Selasa (24/9/2019), karena terdorong masih tingginya ketidakpastian global.

Dalam risetnya, Selasa (24/9), Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pasar obligasi akhirnya bergerak stagnan pada perdagangan sebelumnya akibat tingginya ketidakpastian. Menurutnya, tekanan global masih berpengaruh besar pada perdagangan hari ini, sehingga pasar diprediksi melemah terbatas.

"Pada pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas," ujar Nico.

Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan hari ini. Pertama, kunjungan delegasi China ke kawasan pertanian di AS telah dijadwal ulang pascapembatalan pada pekan lalu. Dari agenda tersebut, terdapat sinyal bahwa akan ada kesepakatan terkait pembelian produk pertanian AS oleh China meskipun dalam volume terbatas.

Kunjungan ke kawasan pertanian tersebut akan direalisasikan setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada awal Oktober 2019.

Sentimen kedua berasal dari data ekonomi AS terkait manufaktur, jasa, dan gabungan PMI yang menggambarkan data positif dan menyangkal proyeksi resesi. Meskipun menunjukkan data positif, Presiden The Fed St. Louis James Bullard menilai pelonggaran moneter perlu dilakukan kembali guna mengimbangi risiko konflik perang dagang dan inflasi yang rendah.

Terakhir, sentimen berasal dari Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang angkat suara tentang dampak perang dagang AS-China terhadap perlambatan ekonomi global. Akibat perang dagang, proyeksi pertumbuhan ekonomi turun 0,8 persen pada 2020.

Atas proyeksi tersebut, Nico merekomendasikan agar investor menahan diri pada perdagangan hari ini.

"Kami merekomendasikan wait and see pada hari ini," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top