Astra Agro Lestari (AALI) Klaim Tak Terusik Karhutla

Lahan-lahan milik PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) berada di kawasan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 September 2019  |  17:13 WIB
Astra Agro Lestari (AALI) Klaim Tak Terusik Karhutla
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. mengaku tidak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan.

Sebagai informasi, emiten berkode saham AALI itu memiliki lahan seluas 104.593 hektare (ha) di Sumatra dan 129.812 ha di Kalimantan.

Presiden Direktur Astra Agro Lestari Santosa mengatakan sejauh ini, kebun perseroan belum terkena dampak karhutla. Api, lanjutnya, belum sampai masuk membakar pohon-pohon sawit milik AALI.

“Untuk kebun-kebun kami di Sumatra, sampai saat ini, syukur tidak ada titik api. Walaupun di sekitar kebun ada beberapa titik api [yang muncul],” ujar Santosa kepada Bisnis pada Senin (23/9).

Namun, kerja sama dengan Masyarakat Peduli Api, Pemerintah Daerah (Pemda), dan instansi terkait lainnya diklaim dapat memadamkan api. 

Kendati demikian, Santosa menyiratkan bahwa kebakaran dampat berdampak bagi tanaman dalam jangka menengah. Apalagi, musim kemarau masih terus berlangsung meskipun sudah memasuki September 2019.

“Untuk produksi, semoga tidak terlalu terganggu pada kuartal III/2019. Tentu ada dampak tapi mestinya tidak terlalu material. Dalam jangka menengah, karena cuaca kering yang relatif lebih panjang, tentu akan ada dampak 6 - 12 bulan ke depan,” paparnya.

Pada kuartal terakhir, AALI bakal melakukan sensus tanaman untuk memastikan efek kekeringan dan karhutla.

Sepanjang tahun ini, anak usaha Astra Group itu menargetkan produksi sebesar 1,8 juta ton CPO. Dari angka tersebut, sebanyak 70 persen akan diekspor dan 30 persen lainnya didistribusikan untuk pasar domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra agro lestari, kebakaran hutan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top