Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Jaga Pangsa Pasar di Level 15 Persen

Berdasarkan data yang dirilis di situs Semen Indonesia, penjualan semen SBI, yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group, tercatat sebesar 6,33 juta ton selama 8 bulan tahun ini.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 September 2019  |  09:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di pasar domestik sepanjang periode Januari—Agustus 2019 mencatatkan penurunan 2,64 persen secara tahunan. Namun, pangsa pasarnya masih terjaga di kisaran 15 persen.

Berdasarkan data yang dirilis di situs Semen Indonesia, penjualan semen SBI, yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group, tercatat sebesar 6,33 juta ton selama 8 bulan tahun ini. Sementara itu, pada periode yang sama pada tahun lalu, penjualan emiten dengan ticker SMCB ini sebesar 6,5 juta ton.

Jika dibandingkan dengan data industri penurunan pada periode tersebut berada di level yang tidak jauh beda, di mana secara total serapan semen dalam negeri sebesar 42,03 juta ton atau turun 2,26 persen secara tahunan.

Kendati demikian, perseroan berharap penjualan pada akhir tahun setidaknya sama dengan capaian tahun lalu.

Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto mengatakan meskipun secara industri permintaan domestik turun, kinerja penjualan hampir sama dengan industri sehingga pangsa pasar tetap terjaga di kisaran 15,05 persen.

“Upaya kami memang menjaga pangsa pasar di tengah kompetisi dan oversupply yang masih terjadi. Alhamdulillah, apa yang kami terapkan berjalan baik,” ujarnya, Minggu (15/8/2019).

Hingga akhir tahun, perseroan berharap penjualan setidaknya sama dengan tahun lalu karena untuk mencapai pertumbuhan positif dirasa agak berat. Begitu pula dengan serapan domestik secara industri, Agung juga berharap pada sisa tahun ini permintaan akan lebih baik dan pada akhir tahun konsumsi semen tidak mengalami penurunan.

“Harapan kami paling tidak sama dengan tahun lalu, tidak negatif untuk SBI maupun industri,” katanya.

Lebih jauh, dia menyebutkan penjualan semen masih didominasi oleh semen ritel sebesar 70 persen, sedangkan jenis bulk atau curah memiliki porsi sebesar 30 persen. Untuk permintaan ritel, Agung menyatakan banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain pertumbuhan sektor properti, kebutuhan individu untuk membangun atau memperbaiki rumah, suku bunga kredit perumahan, dan lainnya.

Lantaran sektor properti telah melewati masa booming, permintaan semen ritel pun cenderung flat. “Kalau untuk semen curah, dengan proyek infrastruktur yang masih jalan, masih oke,” ujarnya.

Untuk penjualan ekspor, Solusi Bangun Indonesia juga mencatatkan penurunan sebesar 4,65 persen y-o-y dari 353.690 ton menjadi 337.253 ton sepanjang Januari--Agustus 2019. Dengan demikian, secara total penjualan semen domestik dan ekspor SMCB sebesar 6,66 juta ton atau lebih rendah 2,74 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaiki Laba

Sebelumnya, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar mengatakan bahwa pada saat ini perseroan masih akan terus berbenah dalam menyehatkan keuangan perseroan dan memperbaiki laba.

Pada semester I/2019, ex PT Holcim Indonesia Tbk. ini mampu menekan kerugian sebesar 48,35 persen menjadi Rp278,51 miliar dari rugi tahun sebelumnya senilai Rp539,27 miliar.

Meskipun kondisi pasar masih tertekan, perseroan terus menggenjot efisiensi di internal dengan memaksimalkan utilisasi dan supply chain yang dimiliki saat ini. “Volume penjualan mengharapkan pertumbuhan 0 persen saja itu sudah bagus, syukur-syukur bisa positif.”

Adapun, pada perdagangan Jumat (13/9/2019), SMCB ditutup pada level Rp1.340 per saham. Saham SMCB tidak mengalami perubahan dibandingkan harga penutupan pada hari sebelumnya. Sementara, secara year to date, harga saham SMCB melemah 28,91 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen solusi bangun indonesia
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top