Kurs Tengah Menguat 102 Poin, Rupiah Terkuat Ketiga di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (13/9/2019) di level Rp13.950 per dolar AS, menguat 102 poin atau 0,72 persen dari posisi Rp14.052 pada Kamis (12/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 September 2019  |  11:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (13/9/2019) di level Rp13.950 per dolar AS, menguat 102 poin atau 0,72 persen dari posisi Rp14.052 pada Kamis (12/9/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.020 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.880 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 46 poin atau 0,33 persen ke level Rp13.948 per dolar AS pada pukul 11.02 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (12/9), rupiah berakhir terapresiasi 0,47 persen atau 66 poin di level Rp13.994 per dolar AS. Rupiah mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka terapresiasi 66 poin atau 0,47 persen di level 13.994.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.930-Rp13.955 per dolar AS.

Sejalan dengan penguatan rupiah, mayoritas mata uang lain di Asia menguat pagi ini, dipimpin dolar Taiwan, yang terapresiasi 0,56 persen terhadap dolar AS pukul 11.06 WIB (lihat tabel). Sebaliknya, nilai tukar yen, yang bersifat sebagai safe haven di tengah ketidakpastian global, melemah.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Dolar Taiwan

30,871

+0,56

Won Korea Selatan

1.180,48

+0,52

Rupiah

13.948

+0,33

Yuan Offshore China

7,0506

+0,25

Peso Filipina

51,810

+0,19

Rupee India

71,0075

+0,18

Baht Thailand

30,422

+0,16

Dolar Singapura

1,3737

+0,1

Ringgit Malaysia

4,1625

+0,06

Dolar Hong Kong

7,8225

+0,02

Yuan Onshore China

7,0787

+0,01

Yen Jepang

108,16

-0,05

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Asia bergerak stabil setelah Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memulai putaran baru pelonggaran kebijakan moneternya.

Dalam pertemuan kebijakan yang berakhir Kamis (12/9) waktu setempat, ECB memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin ke rekor terendah minus 0,5 persen dan mengatakan akan memulai kembali pembelian obligasi senilai 20 miliar euro per bulan mulai 1 November.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kesepakatan perdagangan sementara dengan China. Kedua pihak kini tengah mempersiapkan putaran baru perundingan perdagangan yang direncanakan berlangsung pada 1 Oktober mendatang di Washington.

“Langkah apapun oleh China dan AS untuk memperlonggar ketegangan lebih lanjut menjelang perundingan secara langsung di Washington dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi lampu hijau sentimen aset berisiko,” ujar Stephen Innes, pakar strategi pasar Asia-Pasifik di AxiTrader.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,051 poin atau 0,05 persen ke level 98,360 pada pukul 10.56 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka naik 0,103 poin atau 0,10 persen di level 98,412. Pada perdagangan Kamis (12/9), indeks ditutup melemah 0,34 persen atau 0,336 poin di posisi 98,309.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

13 September

13.950

12 September

14.052

11 September

14.063

10 September

14.031

9 September

14.092

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top