Diversifikasi Cadangan, Bank Sentral China Beli Emas Lagi

Bank sentral Negeri Tirai Bambu tersebut menaikkan kepemilikan emas menjadi 62,45 juta ons pada Agustus dari 62,26 juta sebulan sebelumnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 September 2019  |  10:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral China kembali melakukan pembelian emas sebagai cadangannya, melanjutkan pembelian yang telah dilakukan sejak Desember 2018.

Mengutip data People Bank of China (PBOC), bank sentral Negeri Tirai Bambu tersebut menaikkan kepemilikan emas menjadi 62,45 juta ons pada Agustus dari 62,26 juta sebulan sebelumnya. Dalam tonase, arus masuk emas PBOC periode Agustus adalah sebesar 5,91 ton, bertambah sekitar 94 ton dalam total 8 bulan sebelumnya.

Ekonom National Australia Bank Ltd John Sharma mengatakan bahwa di tengah kisruh perang dagang AS dan China yang telang berlangsung sejak tahun lalu, mulai banyak bank sentral yang mendiversifikasikan cadangan devisanya dan menjauh dari dolar AS.

“Dengan meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi, emas memberikan lindung nilai yang ideal sehingga akan banyak dicari oleh bank sentral secara global," ujar John seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (9/9/2019).

Seperti yang diketahui, emas mendekati level tertingginya sejak 6 tahun terakhir karena bank sentral di seluruh dunia memangkas suku bunga acuannya dan membeli emas sebagai cadangannya.

Sepanjang tahun berjalan 2019, emas telah bergerak menguat 17,71%.

Australia & New Zealand Banking Group Ltd memprediksi pembelian emas oleh bank sentral tersebut akan bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top