Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.092, Rupiah Terapresiasi di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.092 per dolar AS, menguat 48 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp14.140 pada Jumat (6/9).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 September 2019  |  10:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.092 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (9/9/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.092 per dolar AS, menguat 48 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp14.140 pada Jumat (6/9).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 24 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.077 per dolar AS pada pukul 10.34 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat 13 poin atau 0,09 persen di posisi Rp14.088 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu ditutup menguat 0,38 persen atau 54 poin di level Rp14.101.

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.076 – Rp14.093 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,046 poin atau 0,05 persen kelevel 98,44 pada pukul 10.30 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,03 persen atau 0,028 poin ke level 98,422, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu ditutup melemah 0,02 poin atau 0,02 persen ke level 98,394.

Dilansir Reuters, dolar AS menguat terutama terhadap euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa akhir pekan ini, dengan pelaku pasar memperkirakan adanya stimulus baru untuk meningkatkan ekonomi regional.

Tingginya ekspektasi untuk pelonggaran moneter ECB datang ketika bank sentral global lainnya bergerak untuk melonggarkan moneter, dengan People's Bank of China pada hari Jumat (6/9) mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pinjaman.

Dorongan pelonggaran stimulus ini menyusul data ekspor China yang secara tak terduga turun pada bulan Agustus.

"Data ekonomi China menunjukkan pandangan bahwa jika kita tidak melihat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China, maka pelonggaran lebih lanjut akan diperlukan,” kata Ray Attrill, kepala analis valas di National Australia Bank, seperti dikutip Reuters.

"ECB menjadi fokus secara global pekan ini, dan pasar lebih nyaman dengan pemotongan suku bunga Federal Reserve, jadi saya pikir pasar mungkin bersikap netral terhadap risiko," lanjutnya.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs

9 September

14.092

6 September

14.140

5 September

14.153

4 September

14.218

3 September

14.217

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top