Apresiasi Rupiah Jadi Sentimen Positif untuk Lelang SUN

Sentimen pendorong lelang besok yakni penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir dan imbal hasil yang masih menarik bila dibandingkan negara lain.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 09 September 2019  |  20:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pada Selasa (10/9/2019) diperkirakan bakal terkerek apresiasi rupiah sehingga mendapat respons positif dari investor.

Direktur & Chief Investment Officer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen, Ezra Nazula memproyeksikan minat investor terhadap lelang SUN besok bakal tinggi. Sentimen pendorong lelang besok yakni penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir. Lalu, imbal hasil yang masih menarik bila dibandingkan dengan negara lain.

Dikutip dari laman worldgovernmentbonds.com, Senin (9/9/2019), negara lain yang memiliki peringkat BBB yakni Portugal menawarkan yield 0,22% pada obligasi Pemerintah tenor 10 tahun.

Negara lain dengan peringkat yang sama dengan Indonesia yakni Italia yang menawarkan yield 0,92%. Lalu, Hungaria menawarkan yield 2,25%. Adapun, Indonesia menawarkan yield 7,29%.

Dalam lelang besok (10/9/2019), Pemerintah menawarkan dua seri baru dari tujuh seri surat utang negara (SUN) dengan target indikatif Rp15 triliun dan maksimum Rp30 triliun.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Senin (9/9/2019), Pemerintah menetapkan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp30 triliun dari penawaran tujuh seri SUN.

Adapun, SUN kupon diskonto diwakili dua seri baru yakni SPN03191211 dan SPN12200911. SUN seri SPN03191211 jatuh tempo pada 11 Desember 2019 dan seri SPN12200911 jatuh tempo pada 11 September 2020.

Seri lain yang ditawarkan merupakan seri lama yakni FR0081 dengan kupon 6,5% dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, FR0082 dengan kupon 7% dan jatuh tempo pada 15 September 2030 serta FR0080 dengan kupon 7,5% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

Terakhir, seri FR0079 yang menawarkan kupon 8,375% dan jatuh tempo pada 15 April 2039 serta FR0076 dengan kupon 7,375% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

"Kami ekspektasi lelang SUN besok akan marak dengan menguatnya nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir yang akan memberi confidence untuk investor termasuk investor asing untuk partisipasi dengan imbal hasil SUN yang masih sangat menarik secara relatif dibanding negara-negara dengan rating yang sama," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (9/9/2019).

Pemerintah menargetkan Rp185 triliun dari 13 kali penawaran di kuartal III/2019. Pada lelang sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp17,3 triliun dari penawaran yang masuk menyentuh Rp29,1 triliun dengan penawaran tertinggi pada seri FR0082.

Tercatat, hingga akhir kuartal II/ 2019, Pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp354,57 triliun. Perinciannya, Rp221,61 triliun diperoleh pada kuartal I/2019 dan Rp132,96 triliun pada kuartal II/2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top