Analis: Isu GCG Pergantian Direksi, Hindari Dulu Saham Bank BUMN

Kresna Sekuritas merekomendasikan investor untuk menghindari dulu saham-saham perbankan BUMN seiring dengan penolakan Dirut BBRI menjadi Dirut BBTN dari sejumlah pihak.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  09:31 WIB
Analis: Isu GCG Pergantian Direksi, Hindari Dulu Saham Bank BUMN
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, SEMARANG—Kresna Sekuritas merekomendasikan investor untuk menghindari dulu saham-saham perbankan BUMN seiring dengan penolakan Dirut BBRI menjadi Dirut BBTN dari sejumlah pihak.

Kresna Sekuritas dalam laporannnya menuliskan, kemarin RUPSLB BBRI dan BBTN tidak berlangsung baik, setelah perubahan direksi ditolak olah dirut BBRI Suprajarto dan Serikat Kerja kedua perusahaan.

“Kami sarankan hindari dulu saham perbankan BUMN seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN sampai isu GCG ini selesai,” paparnya, Jumat (30/8/2019).

Pada Kamis (29/8/2019), melalui RUPSLB Menteri BUMN Rini Soemarno menggeser Suprajarto dari posisi Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN).

Keputusan ini ditolak Suprajarto lantaran tidak pernah diajak bicara maupun musyawarah sebelumnya. Sikap Suprajarto menolak keputusan Menteri BUMN didukung Serikat Pekerja (SP) BBRI dan BBTN.

Serikat pekerja dari kedua belah pihak juga berpesan kepada Rini menghormati prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) dalam BUMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, holding bumn

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top