Ibu Kota Negara Pindah, Astra International (ASII) Belum Rancang Ekspansi ke Kaltim

PT Astra International Tbk. (ASII) memiliki sejumlah portofolio usaha di Kalimantan Timur, mulai dari pelabuhan, distributor alat berat, hingga perkebunan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  08:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah telah resmi memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara yang baru. Terkait hal tersebut, PT Astra International Tbk. menyebut belum memiliki rencana ekspansi khusus.

Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti mengatakan meskipun memiliki aset di Kalimantan Timur, perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan ekspansi.

“Belum ada rencana khusus terkait ekspansi bisnis ke Kalimantan Timur,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (26/8/2019).

Tira menambahkan perusahaan memiliki aset berupa pelabuhan dan jaringan bisnis lainnya yang terkait dengan tambang dan perkebunan. Grup United Tractors, lanjutnya, juga memiliki cabang di Kaltim karena konsumennya memiliki area tambang di lokasi ibu kota baru itu.

Dalam laporan tahunan 2018, ASII tercatat memiliki aset pelabuhan laut Eastkal di Penajam, Kaltim, melalui entitas anaknya PT Astra Infra. Pelabuhan tersebut dimiliki setelah mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Benua Taka pada 2013 lalu.

Pelabuhan tersebut memiliki gudang seluas 1.250 meter persegi. Kehadiran pelabuhan tersebut guna mendukung kegiatan hulu migas dengan menawarkan layanan shore base untuk berbagai pelanggan. Langkah strategi itu juga bersinergi dengan operasional pilar bisnis Grup Astra lainnya, terutama alat berat.

Tercatat, anak usaha, ventura bersama, dan entitas asosiasi ASII yang berdomisili di Kaltim, yaitu PT Komatsu Remanufacturing Asia di bidang alat berat, PT Borneo Indah Marjaya, PT Cipta Narada Lestari, PT Karyanusa Ekadaya, PT Sukses Tani Nusasubur, PT Subur Abadi Plantations, PT Sumber Kharisma Persada, PT Waru Kaltim Plantation, dan PT Waru Kaltim Plantation yang bergerak di bidang perkebunan.

Sementara itu, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan bahwa perseroan masih mengarahkan strategi pertumbuhan lini bisnis infrastruktur ke depannya.

Dia menilai pemerintah sangat serius dalam melakukan pembangunan infrastruktur pada beberapa waktu terakhir. Menurutnya, proyek tersebut tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Untuk itu, Astra akan ikut serta dalam proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Kami tetap tertarik untuk masuk ke infrastruktur, pasti,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra, Ibu Kota Dipindah

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top