Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daftar Indeks FTSE Asia Pasific Dirombak, Ini Saham yang Keluar-Masuk

Sejumlah saham emiten Indonesia kembali masuk dan keluar dari indeks FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific Ex-Japan Ex-China Regional Index.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  10:08 WIB
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia data dan indeks pasar modal Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel kembali merombak daftar saham dalam indeks FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific Ex-Japan Ex-China Regional Index.

Adapun perubahan dalam semi annual review itu akan efektif peada 23 September 2019.

Beberapa saham domestik pun terpantau keluar—masuk dari indeks FTSE Russel tersebut a.l. PNBN, BTPS, TOPS, JPFA, TARA, SRIL, SOCI, ISSP, dan FREN tergolong ke kelompok yang baru dimasukkan dan  LINK, TURI, PBRX, META, DUCK, MSKY, HKMU, dan GPRA merupakan kelompok yang terdepak.

Adapun, INKP dan BDMN dikeluarkan dari daftar saham berkapitalisasi besar (large cap) dan masuk ke dalam daftar saham berkapitalisasi menengah (mid cap) bersama FREN.

Adapun pendatang baru di daftar saham small-cap adalah PNBN, BTPS, TOPS, dan JPFA, sedangkan LINK terdepak. 

Untuk daftar saham-saham mikro (micro cap), FTSE menambah TARA, SRIL, SOCI, dan ISSP. 

Di sisi lain, TURI, PBRX, META, DUCK, MSKY, HKMU, dan GPRA menjadi saham-saham yang dikeluarkan dari  micro cap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ftse 100 indeks saham
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top