Italia Pulih, Pasar Saham Eropa Naik Tajam

Bursa saham Italia berhasil rebound dan mendorong bursa Eropa naik ke level tertingginya dalam dua pekan pada akhir perdagangan Rabu (21/8/2019), saat investor bertaruh lebih banyak pada sinyal konkret stimulus dari bank-bank sentral.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  06:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Italia berhasil rebound dan mendorong bursa Eropa naik ke level tertingginya dalam dua pekan pada akhir perdagangan Rabu (21/8/2019), saat investor bertaruh lebih banyak pada sinyal konkret stimulus dari bank-bank sentral.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik tajam 1,2 persen, sedangkan indeks saham blue chip Milan melonjak 1,8 persen setelah tertekan di zona merah sehari sebelumnya akibat aksi jual yang dipicu krisis politik.

Pengunduran diri Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Selasa (20/8/2019), telah meresahkan para investor tentang terus berkurangnya stabilitas politik di Roma. Di sisi lain, ini juga mengisyaratkan kemungkinan berjalannya pengaturan koalisi baru.

Partai oposisi utama Italia, Partai Demokrat (PD), mengatakan pada hari Rabu (21/8) bahwa pihaknya siap untuk mengadakan pembicaraan dengan Gerakan 5-Bintang mengenai pembentukan pemerintahan menyusul keruntuhan koalisi populis sebelumnya.

“Mayoritas baru akan dianggap sebagai hasil yang relatif lebih positif untuk sentimen pasar dibandingkan dengan pemilihan dini,” terang analis ING dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Di sisi korporasi, saham otomotif mendapat dorongan dari pembicaraan merger yang dilaporkan antara Fiat Chrysler dan Renault.

Surat kabar Italia, Il Sole 24 Ore melaporkan bahwa pembicaraan antara produsen mobil Prancis dan Italia-Amerika mungkin akan kembali, setelah usulan merger multi-miliar dolar, yang ditetapkan untuk membuat perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia, runtuh pada bulan Juni.

Sektor otomotif Eropa telah terpukul perlambatan otomotif global dengan penjualan mobil yang merosot ketika sektor tersebut berjuang atas transisi ke kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif lainnya.

"Ini adalah contoh yang bagus dari dua perusahaan yang bersatu, mengatakan bahwa lingkungan berubah dan kita harus beradaptasi. Ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi di sektor ini untuk bertahan dalam lingkungan yang berubah," kata analis CMC Markets, David Madden.

Perhatian pasar kini akan tertuju pada Simposium bank sentral AS Federal Reserve di Jackson Hole mulai Kamis (22/8/2019) waktu setempat, di mana investor berharap pelaku bank-bank sentral termasuk Gubernur The Fed Jerome Powell akan menyampaikan komentar bernada dovish.

Tanda-tanda bahwa pemerintah dan bank-bank sentral siap untuk masuk dengan langkah-langkah tambahan guna mendorong pertumbuhan global yang lesu telah membantu pasar saham bertahan dalam beberapa pekan bergejolak. Meski demikian, indeks Stoxx masih dalam jalur untuk mengakhiri Agustus di posisi lebih rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top