Harga Belum Cocok, Jasa Marga (JSMR) Tunda Emisi Step Up Coupon Bond

Instrumen step up coupon bond dirancang dengan skema pembayaran kupon yang besarannya disesuaikan dengan operasional jalan tol.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  10:44 WIB
Harga Belum Cocok, Jasa Marga (JSMR) Tunda Emisi Step Up Coupon Bond
Ilustrasi - Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek Elevated. - Bisnis/Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten plat merah PT Jasa Marga Tbk. sedang bernegosiasi dengan calon investor yang berminat untuk menyerap instrumen step up coupon bond dan zero coupon bond yang akan diterbitkan oleh perseroan.

Awalnya, emiten berkode saham JSMR itu berencana menerbitkan dua instrumen surat utang tersebut pada kuartal II atau kuartal III/2019. Namun, sampai saat ini perseroan belum mendapat harga yang cocok.

"Kami terus melakukan negosiasi dan ada beberapa investor yang tertarik. Hanya saja memang harga belum ada yang cocok. Tapi kami terus membuka opsi tersebut," ujar Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto kepada Bisnis.com, Rabu (21/8/2019).

Instrumen step up coupon bond dirancang dengan skema pembayaran kupon yang besarannya disesuaikan dengan operasional jalan tol. Dengan kata lain, kupon yang dibayarkan sesuai dengan cash flow ruas tol yang menjadi underlying obligasi tersebut.

"Bisa saja kami implementasikan di ruas tol Gempol dan Pandaan atau seperti Surabaya dan Mojokerto yang beroperasi cukup lama dan lalu lintasnya bagus,” katanya.

Selain itu, perseroan juga tengah mengkaji kemungkinan untuk melepas porsi kepemilikan saham di ruas tol. Menurutnya, strategi itu merupakan salah satu opsi untuk menjaga profitabilitas di tengah tingginya kebutuhan belanja modal.

Pada 2019, JSMR menganggarkan belanja modal sebesar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.

“Kami membuka peluang divestasi saham ruas tol mana pun supaya lebih fleksibel. Kami juga sudah menawarkan kepada partner strategis supaya bisa mengatur profitabilitas. Tapi selama masih kuat [modal] mungkin tidak akan jual,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, jasa marga

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top