Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aneka Tambang (ANTM) Kebut Realisasi Belanja Modal Rp3,38 Triliun

PT Aneka Tambang Tbk. menyebut perseroan memiliki kas internal yang cukup untuk mendanai kebutuhan belanja modal.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  11:01 WIB
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— PT Aneka Tambang Tbk. masih mengejar realisasi penyerapan belanja modal atau capital expenditure sesuai target Rp3,38 triliun pada 2019 untuk dikucurkan ke proyek-proyek pengembangan perseroan.

Emiten berkode saham ANTM itu melaporkan realisasi belanja modal Rp377,65 miliar sampai dengan kuartal I/2019. Realisasi itu baru sekitar 9,96% dari target Rp3,38 triliun pada tahun ini.

Dimas Wikan Pramudhito, Direktur Keuangan Aneka Tambang, menjelaskan bahwa akan ada dua proyek besar yang akan menyerap anggaran belanja modal perseroan pada semester II/2019.

Pertama, pembangunan pabrik Feronikel Halmahera Timur (P3FH) dengan estimasi biaya proyek Rp3,5 triliun untuk Line 1 di luar pembangkit.

Kedua, pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah. Estimasi biaya untuk proyek itu sekitar US$850 juta untuk tahap pertama.

Dimas mengatakan kebutuhan pembiayaan belanja modal telah terpenuhi. Pihaknya mengatakan perseroan telah memiliki kas internal yang mencukupi untuk kebutuhan tersebut.

“[Sumber dananya] sudah ada semua,” ujarnya di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Selain untuk pengembangan, dia menyebut perseroan juga menyiapkan capex untuk eksplorasi. Dana yang disiapkan untuk kegiatan itu sekitar US$50 juta.

Di sisi lain, Dimas menyebut perseroan juga mempertimbangkan penerbitan obligasi. Akan tetapi, opsi itu ditempuh apabila terdapat eksekusi sejumlah proyek downstream seperti blast furnace dan pabrik feronikel Line 2.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas antam
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top