Bahana Sekuritas: Minat IPO Masih Tinggi, Termasuk Anak Usaha BUMN

Minat korporasi swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencari dana di pasar modal masih tinggi, termasuk melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  17:16 WIB
Bahana Sekuritas: Minat IPO Masih Tinggi, Termasuk Anak Usaha BUMN
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bahana Sekuritas menyebut minat perseroan mencari pendanaan dari pasar modal lewat penawaran umum perdana saham masih tinggi.

Presiden Direktur Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengungkapkan minat korporasi swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencari dana di pasar modal masih tinggi. Hal itu baik melalui aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) atau emisi surat utang.

“Termasuk anak BUMN yang melakukan persiapan IPO,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (13/8/2019).

Kendati demikian, Feb menyebut dengan kondisi global yang masih volatil membuat beberapa perseroan masih wait and see. Artinya, mereka masih mencari waktu yang pas untuk masuk ke pasar.

“Agar mendapatkan harga yang bagus,” imbuhnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per pekan ke-5 Juli 2019, tercatat sudah 29 emiten yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah itu hampir separuh dari total IPO sebanyak 58 perseroan tahun lalu.

Kendati demikian, dari jumlah tersebut, tidak ada satu pun perseroan dari keluarga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk ke dalam daftar. Bahkan, nama-nama perseroan dari keluarga pelat merah juga tidak masuk ke dalam pipeline calon emiten yang dimiliki Bursa Efek Indonesia (BEI) per 9 Agustus 2019.

BEI menyebut setidaknya terdapat 16 emiten yang masuk ke dalam pipeline IPO per 9 Agustus 2019. Seluruh calon penghuni baru bursa itu merupakan perseroan swasta.

Awal 2019, sebenarnya sejumlah induk BUMN menyampaikan ketertarikannya untuk IPO entitas anak tahun ini. Akan tetapi, sampai dengan pertengahan kuartal III/2019, belum ada satu pun yang mengeksekusi rencana tersebut.

Dari data yang dihimpun Bisnis.com, beberapa emiten masih mengkaji rencana aksi korporasi tersebut. Sebaliknya, beberapa sudah memutuskan untuk menunda IPO menjadi tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar modal, ipo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top