Bakal Rights Issue, Kimia Farma (KAEF) Gelar RUPSLB Bulan Depan

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,58 miliar saham seri B yang akan ditawarkan melalui rights issue atau 22,14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  07:27 WIB
Bakal Rights Issue, Kimia Farma (KAEF) Gelar RUPSLB Bulan Depan
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Honesty Basyir (kedua kanan) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan usai RUPST, di Jakarta, Selasa (7/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue untuk mempertebal modal kerja dan pengembangan usaha perseroan. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip Selasa (13/8/2019), perusahaan farmasi ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,58 miliar saham seri B yang akan ditawarkan melalui rights issue atau 22,14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Adapun, harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian dalam prospektus PMHMETD. 

Emiten dengan kode saham KAEF ini dapat mengajukan pelaksanaan pendaftaran penambahan modal tersebut setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 18 September 2019. Dengan demikian, pelaksanaan rights issue dilaksanakan paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaksanaan RUPSLB atau 18 September 2020.

Perseroan bakal menggunakan dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi, untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan entitas anak perseroan. 

Sementara itu, pemegang saham yang tidak menggunakan hak HMETDnya akan terkena dilusi atas persentase porsi kepemilikannya di perseroan dari jumlah maksimum 22,14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Pada akhir Maret 2019, Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan perseroan berencana melakukan right issue guna memperoleh dana segar untuk mendanai ekspansi anorganik dan refinancing atas pinjaman bank. Adapun, target dana yang diincar dari rencana ini sebesar Rp2 triliun - Rp3 triliun. 

Jika rencana ini memperoleh persetujuan dari pemegang saham, maka floating share KAEF meningkat menjadi 20%-30% dari saat ini 9,98%. 

"Menurut kami floating share yang ada masih memiliki peluang untuk ditingkatkan sehingga meningkatkan value Kimia Farma sendiri. Saat ini floating share 9,98% akan menjadi 20%-30% jika mendapat approval right issue," katanya. 

Tahun lalu, KAEF mengakuisisi 56,77% saham PT Phapros Tbk. yang dimiliki PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan nilai Rp1,361 triliun. Setelah aksi kirporasi itu, KAEF mengincar segmen health care sebagai ekspansi anorganik berikutnya pada tahun ini. 

Perseroan sedang mengkaji untuk mengakuisisi rumah sakit yang ditargetkan selesai pada semester II/2019.

"[Rumah sakit] antara swasta dan BUMN. Saat ini kami sedang kaji, lebih dari satu," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kimia farma

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top