Penjualan Aneka Tambang (ANTM) Naik 22 Persen pada Semester I/2019

Emas menjadi kontributor terbesar penjualan PT Aneka Tambang Tbk. pada semester I/2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  13:35 WIB
Penjualan Aneka Tambang (ANTM) Naik 22 Persen pada Semester I/2019
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai penjualan bersih PT Aneka Tambang Tbk., naik 22 persen menjadi Rp14,43 triliun pada semester I/2019.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (1/8/2019), emiten berkode saham ANTM itu melaporkan penjualan bersih yang tidak diaudit Rp14,43 triliun pada semester I/2019. Nilai itu tumbuh 22 persen dari Rp11,82 triliun periode yang sama tahun lalu.

Secara detail, perusahaan pertambangan milik negara itu melaporkan penjualan yang tidak diaudit atau unaudited emas mencapai 15.741 kilogram (kg) pada semester I/2019. Realisasi tersebut tumbuh 14 persen dibandingkan 13.760 kg per akhir Juni 2018.

Komoditas emas merupakan kontributor terbesar terhadap nilai penjualan unaudited ANTM pada semester I/2019. Lini usaha itu menyumbangkan Rp9,61 triliun atau 67 persen dari total nilai penjualan Januari—Juni 2019.

Sementara itu, ANTM melaporkan penjualan unaudited feronikel mencapai 13.157 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada semester I/2019, meningkat 5 persen dibandingkan dengan penjualan 12.579 TNi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi produksi, volume unaudited feronikel mencapai 13.017 TNi atau naik 2 persen dari 12.811 TNi pada semester I/2018.

Feronikel menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua setelah emas, dengan menyumbangkan sekitar Rp2,31 triliun atau 16 persen dari total penjualan unaudited ANTM pada semester I/2019.

Pada semester I/2019, penjualan unaudited bijih nikel mencapai 3,90 juta wet metric ton (wmt). Posisi itu melonjak 103 persen dari 1,92 juta wmt pada semester I/2018.

Volume produksi unaudited bijih nikel tercatat mencapai 4,79 juta wmt sepanjang Januari—Juni 2019, lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya, yang sekitar 3,77 juta mwt.

Untuk bijih nikel, pendapatan unaudited yang diraih ANTM tumbuh 107 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp1,76 triliun pada semester I/2019. 

Selanjutnya, ANTM mencatatkan pertumbuhan 43 persen untuk volume produksi unaudited bijih bauksit menjadi 597.000 wmt pada semester I/2019. Total volume penjualan komoditas itu mencapai 611.000 wmt atau tumbuh 138 persen secara tahunan.

Pada semester I/2019, perseroan membukukan pendapatan unaudited dari komoditas bauksit sebesar Rp297 miliar atau tumbuh 136 persen secara tahunan dari sebelumnya Rp126 miliar.

Adapun untuk alumina, perseroan melaporkan volume penjualan unaudited melonjak 2.505 persen secara tahunan menjadi 13.443 ton. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam, emiten tambang

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top