Harga Karet Menuju ke Pelemahan Bulanan Terbesar Sejak Oktober

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup merosot 2,54 persen atau 4,70 poin di level 180,20 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  15:38 WIB
Harga Karet Menuju ke Pelemahan Bulanan Terbesar Sejak Oktober
Pekerja menyadap pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga komoditas karet di Tokyo kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (30/7/2019), sekaligus menuju ke pelemahan bulanan terbesar sejak Oktober.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup merosot 2,54 persen atau 4,70 poin di level 180,20 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, Senin (29/7), harga karet kontrak Desember 2019 ditutup dengan pelemahan 1,44 persen atau 2,70 poin ke level 187,5 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir stagnan di posisi 10.655 yuan per ton, setelah ditutup melemah 1,39 persen atau 150 poin pada akhir perdagangan Senin (29/7).

Dilansir Bloomberg, harga karet melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran atas melemahnya permintaan mobil karena perang perdagangan AS-China menyeret ekonomi global.

Produsen suku cadang mobil Jerman Schaeffler AG adalah perusahaan sektor otomotif terbaru yang memotong prospeknya. Perusahaan memperkirakan produksi turun 4 persen tahun ini, lebih buruk dari prediksi Februari sebesar 1 persen. Penurunan tersebut itu mengikuti pemangkasan prediksi serupa dari Bosch pekan lalu.

Konsumsi karet alam terkait erat dengan kesehatan ekonomi global, terutama permintaan kendaraan. Hal ini dikarenakan karet alam menjadi bahan baku dari produksi ban mobil dan sejumlah komponen lainnya.

Produsen karet teratas akan bertemu pada awal Agustus, kata IndonesiaPembatasan ekspor selama empat bulan oleh produsen di Indonesia dan Malaysia yang telah membantu menaikkan harga di paruh pertama akan berakhir pada akhir Juli sementara Thailand akan berakhir pada akhir September. Tiga negara ini menyumbang dua pertiga dari produksi karet alam global.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2019 di Tocom
TanggalHarga (yen/kg)Perubahan (persen)

30/7/2019

180,2

-2,54

29/7/2019

184,90

-1,44

26/7/2019

187,60

-0,58

25/7/2019

188,70

+1,4

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top