Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menanti Hasil Pertemuan Bank Sentral AS, Harga Minyak di Zona Hijau

The Fed akan menggelar pertemuan pada 30-31 Juli 2019. Pasar memperkirakan bank sentral AS bakal memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  14:01 WIB
Kilang minyak. - Reuters
Kilang minyak. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga minyak bergerak di zona hijau pada Selasa (30/7/2019), didorong oleh spekulasi bahwa permintaan akan mendapatkan pemicu dari potensi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau The Fed.

Sementara itu, para investor menantikan kelanjutan negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Data Bloomberg menunjukkan, hingga pukul 12.54 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate kontrak September 2019 menguat 0,69 persen atau 0,39 poin ke posisi US$57,26 per barel. Tak jauh berbeda, harga minyak mentah Brent juga menguat 0,64 persen atau 0,41 poin ke posisi US$64,12 per barel.

Pada pekan ini, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, negosiator China dan AS dijadwalkan menggelar pertemuan selama 2 hari di China, pada 30-31 Juli 2019.

Konferensi pers pascapertemuan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell pada Rabu (31/7), akan memberikan petunjuk tentang apa yang ada di pasar untuk sisa tahun ini. Kemungkinan hal itu juga menentukan nasib banyak negara berkembang dalam beberapa bulan mendatang.

Adapun data Pemerintah AS pada Rabu (31/7), diperkirakan menunjukkan penurunan stok minyak mentah mingguan Negeri Paman Sam. Harga minyak masih di tren penurunan bulanan kedua pada tahun ini, karena kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan global mengimbangi kecemasan terhadap gangguan di Timur Tengah.

Kepala Strategi Pasar di Oanda Corp Ed Moya mengatakan tingkat risiko suku bunga sedang tumbuh dan janji pelonggaran harus mendukung harga komoditas.

“Jika The Fed cocok dengan intensitas penurunan suku bunga yang mereka berika pada 1990-an, kami bisa melihat sangat mendukung harga minyak,” paparnya seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (30/7).

Powell dan rekan-rekannya di Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee) diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Investor cenderung bersikap moderat karena mereka menunggu perkembangan pada perdagangan AS-China, 3 bulan setelah negosiasi macet. Sementara itu, survei analis Bloomberg menujukkan stok minyak mentah AS diperkirakan telah mengalami kontraksi 2,5 juta barel pada pekan lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak Kebijakan The Fed
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top