Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor Menguat, BI Tegaskan Ruang Pemangkasan Suku Bunga Lebih Lanjut

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.986 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (25/7/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  11:06 WIB
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.986 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (25/7/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.986 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.011 pada Rabu (24/7).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp13.985 per dolar AS pada pukul 10.07 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (24/7), rupiah berakhir terdepresiasi 0,09 persen atau 12 poin di level Rp13.997 per dolar AS, pelemahan hari ketiga beruntun.

Nilai tukar rupiah mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka terapresiasi 0,05 persen atau 7 poin di level Rp13.990 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.975-Rp13.991 per dolar AS.

Seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 97,723 pada pukul 10.12 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,051 poin atau 0,05 persen di level 97,678, setelah berakhir naik tipis 0,02 persen atau 0,024 poin di posisi 97,729 pada perdagangan Rabu (24/7). 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa inflasi yang rendah dan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan membuka ruang pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

“Bank sentral (BI) berencana untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas regional, menyebarkan teknologi inovatif serta mempromosikan kerja sama perdagangan antara pemerintah daerah guna mengendalikan inflasi,” tambah Warjiyo di Jakarta pada Kamis (25/7), seperti dikutip dari Bloomberg.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara telah memberi sinyal besarnya peluang BI kembali menurunkan suku bunga seiring dengan rencana penurunan suku bunga The Fed.

“Pelonggaran kebijakan moneter akan berlanjut ke depan,” ujar Mirza dalam acara perpisahan pada hari terakhir jabatan sebagai BI 2, Selasa (23/7).

Mirza membeberkan, kondisi ekonomi Indonesia akhirnya memanfaatkan penurunan suku bunga global untuk melakukan pelonggaran moneter.

Rapat Dewan Gubernur BIank Indonesia (BI), pada Kamis (18/7), memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen, setelah 8 bulan mempertahankan level 6 persen.

Penurunan suku bunga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal penting yakni laju inflasi yang terjaga dan momentum mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
25 Juli13.986
24 Juli14.011
23 Juli13.973
22 Juli13.963
19 Juli13.913

Sumber: Bank Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top