Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Sekuritas : Investor Lakukan Aksi Ambil Untung, SUN Diproyeksi Bergerak Bervariasi

MNC Sekuritas menyatakan ada beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (24/7/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  09:21 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga Surat Utang Negara (SUN) diprediksi bergerak bervariasi cenderung turun pada perdagangan Rabu (24/7/2019), karena adanya aksi ambil untung oleh investor.
 
Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra  mengatakan aksi ambil untung investor bakal menyebabkan pergerakan harga SUN bervariasi hingga turun. Selain itu, sentimen juga datang dari pelemahan kurs rupiah terhadap mata uang regional dan dolar AS. 
 
Dari sisi eksternal, imbal hasil surat utang global ditutup mengalami penguatan sehingga berpeluang menekan harga surat utang di pasar domestik. 
 
"Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan harga SUN masih bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan yang masih akan dibayangi oleh adanya aksi ambil untung oleh investor," ujarnya dalam riset harian, Rabu (24/7). 
 
Pada perdagangan sebelumnya, para pelaku pasar menahan diri saat pelaksanaan lelang sukuk negara. Hal itu terlihat dari turunnya penawaran yang masuk sebesar Rp16 triliun atau lebih rendah dari lelang pada awal Juli 2019, yang menembus Rp35 triliun.
 
Secara keseluruhan, Made menyebut aksi jual yang dilakukan investor pada perdagangan kemarin mendorong kenaikan imbal hasil SUN seri acuan tenor 5 tahun naik 7 basis poin (bps) ke level 6,6 persen. Kemudian, SUN tenor 10 tahun naik 7 bps menjadi 7,2 persen.

Selanjutnya, SUN tenor 15 tahun naik 5,8 bps ke 7,5 persen dan SUN tenor 20 tahun naik 5 bps ke level 7,8 persen.

Di sisi lain, volume perdagangan SUN  menyentuh Rp13,14 triliun dari 43 seri. Sementara itu, perdagangan obligasi korporasi mencetak volume Rp1,42 triliun dari 41 seri.
 
"Dengan kondisi tersebut, kami menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN di pasar sekunder dengan melakukan strategi trading," sebutnya.

Adapun beberapa seri yang bisa dicermati adalah FR0043, FR0063, FR0070, FR0056, FR0059, FR0071, FR0078, serta FR0058. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top