Kurs Jisdor Melemah ke Rp13.973, Rupiah Tertekan Penguatan Dolar AS

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.973 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp13.963 pada Senin (22/7).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  10:59 WIB
Kurs Jisdor Melemah ke Rp13.973, Rupiah Tertekan Penguatan Dolar AS
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.973 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (23/7/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.973 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp13.963 pada Senin (22/7).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 26 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.969 per dolar AS pada pukul 10.22 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan 14 poin atau 0,1 persen ke level Rp13.957 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Senin (22/7) ditutup terdepresiasi 5 poin ke level Rp13.943 per dolar AS.

Sepanjang pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp13.955 – Rp13.975 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,136 poin atau 0,14 persen ke level 97,393 pada pukul 10.18 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,059 poin atau 0,06 persen ke level 97,316, setelah pada akhir perdagangan Senin kemarin ditutup menguat 0,106 poin atau 0,11 persen ke level 97,257.

Dilansir Bloomberg, rupiah menurun karena rebound dolar AS menekan mata uang pasar negara berkembang.

"Investor dapat mengambil waktu untuk mencerna penurunan sebelumnya, memangkas beberapa posisi panjang tanpa adanya arus masuk yang besar,” kata Frances Cheung, kepala analis makro ekonomi Asia di Westpac Banking

Analis valas ANZ, Irene Cheung mengatakan arus masuk modal diperkirakan berlanjut mengingat harapan bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Irene memperkirakan ruang penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada hari Senin (22/7) bahwa inflasi yang rendah dan kebutuhan untuk mendorong momentum pertumbuhan akan memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs

23 Juli

13.973

22 Juli

13.963

19 Juli

13.913

18 Juli

13.976

17 Juli

13.949

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top