2 Anak Usaha NorthCliff Indonesia Siap IPO Tahun Ini

Kedua anak usaha itu adalah perusahaan hiburan PT Media Delapan Visual yang dikenal dengan NorthCliff Media Entertainment serta PT NorthCliff Development yang bergerak di sektor properti.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  16:27 WIB
2 Anak Usaha NorthCliff Indonesia Siap IPO Tahun Ini
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi dan Teknologi Informasi (TI), PT NorthCliff Indonesia , akan mengantarkan dua anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

CEO dan Pendiri NorthCliff Indonesia  Erry Sulistio menjelaskan perseroan kini telah menjadi grup usaha yang terdiri dari 10 perusahaan.
 
"Dengan penuh keyakinan target dana yang akan didapatkan dari pasar modal melalul penerbitan saham perdana ini mencapai Rp1 triliun," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (22/7/2019). 
 
Adapun dua anak perusahaan yang siap untuk menawarkan saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) adalah perusahaan hiburan PT Media Delapan Visual yang dikenal dengan NorthCliff Media Entertainment serta PT NorthCliff Development yang bergerak di sektor properti.
 
Erry menerangkan sebelumnya, NorthCliff Media Entertaiment telah sukses menggelar konser dalam negeri, yaitu penyelenggaraan mini konser duo pianis The Piano Brothers yang terdiri dari Elwin Hendrijanto asal Indonesia dan Dominic Anthony Ferris asal lnggris pada Maret 2019. Selain itu, perseroan juga tengah menyiapkan konser grup musik legendaris internasional asal PhiladeIphia, AS pada Desember 2019.
 
Selanjutnya, NorthClIff Media Entertainment juga telah menyelesaikan sebuah produksi film cerita layar lebar dengan label North Cliff Pictures dan akan segera tayang di bioskop 21 Cineplex pada Agustus 2019. 
 
Saat ini, NorthCIiff Development juga telah memlliki tiga aset properti yang berasal dari akusisi aset. Aset-aset tersebut akan dikembangkan untuk kemudian dikelola dengan nilai aset Rp850 miliar. 
 
“Saat ini, kami sedang tahap negosiasi untuk melaksanakan konsorsium terkait penjamin pelaksana emisi efek dan investment banking,” tambah Erry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, Emiten Telekomunikasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top