Laporan ECB Tahan Laju Penurunan, Bursa Eropa Masih Ditutup Melemah

Indeks mampu memulihkan sebagian pelemahannya setelah adanya harapan kebijakan moneter yang lebih longgar dari Bank Sentral Eropa, namun tidak mampu berbalik ke zona hijau.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  06:02 WIB
Laporan ECB Tahan Laju Penurunan, Bursa Eropa Masih Ditutup Melemah
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa berakhir melemah pada hari Kamis (18/7/2019), karena kekhawatiran pendapatan membubung tinggi menyusul kinerja mengecewakan dari perusahaan perangkat lunak SAP.

Indeks mampu memulihkan sebagian pelemahannya setelah adanya harapan kebijakan moneter yang lebih longgar dari Bank Sentral Eropa, namun tidak mampu berbalik ke zona hijau.

Setelah melemah 0,7 persen, indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,2 persen, menyususl sentimen dari laporan Bloomberg bahwa staf ECB sedang mempelajari potensi perubahan pada sasaran inflasi bank yang mendekati 2 persen.

"ECB mengubah target sehubungan dengan inflasi sehingga berpotensi untuk bersikap lebih akomodatif lebih lama lagi," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, seperti dikutip Reuters.

Pasar saham global telah pulih dari koreksi tajam pada bulan Mei, didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral akan menyalurkan lebih banyak uang ke dalam ekonomi untuk menghadapi perlambatan global yang didorong oleh perang perdagangan AS-China.

Tetapi kombinasi kekhawatiran pendapatan, dan sejumlah data ekonomi yang sedikit lebih kuat yang dapat mencegah pembuat kebijakan bertindak, telah melemahkan sentimen global dalam sepekan terakhir.

Saham perusahaan teknologi di Eropa turun 5,6 persen setelah mengatakan investor harus menunggu sampai tahun depan untuk peningkatan margin yang besar karena emiten perangkat lunak bisnis, SAP, melaporkan penurunan 21 persen dalam laba operasional triwulanan.

Pelemahan saham SAP mendorong mendorong indeks DAX Jerman ke level terendah satu bulan, sementara saham teknologi turun 1,5 persen.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa kemajuan menuju kesepakatan perdagangan AS-China terhenti, setelah pemerintahan Trump menentukan bagaimana mengatasi tuntutan Beijing agar meringankan larangan terhadap Huawei Technologies.

Sentimen tersebut, ditambah dengan sejumlah laporan pendapatan mengecewakan lainnya, termasuk dari Netflix pada hari Rabu, mendorong memburuknya sentimen di Wall Street dan pasar Asia.

Indeks FTSE 100 London turun 0,5 persen karena perusahaan-perusahaan berfokus dengan fokus internasional dirugikan oleh penguatan pound menyusul penjualan ritel yang kuat dan pemungutan suara oleh anggota parlemen untuk mencegah Brexit tanpa kesepakatan.

Saham lainnya yang juga merosot adalah Finlandia Wartsila Oyj dengan pelemahan 12 persen setelah perusahaan teknik ini memperkirakan permintaan akan melemah untuk bisnis kelautan dan energi.

Di sisi lain, bank-bank Italia melawan tren pelemahan dengan lonjakan 0,4 persen setelah komentar dari Wakil Perdana Menteri Italia Luigi Di Maio tentang masa depan pemerintah koalisi meningkatkan kemungkinan berlangsungnya pemilihan cepat dengan ekspektasi kemenangan koalisi yang ramah bisnis.

Saaham produsen obat Swiss, Novartis, membatasi pelemahan indeks setelah ditutup menguat 3 persen karena perusahaan mengangkat target penjualan dan laba setahun penuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top