Investor Disarankan Masuk Reksa Dana Pendapatan Tetap, Ini Alasannya

Dengan kondisi sekarang ini, MAMI masih memandang positif potensi pasar obligasi domestik hingga akhir tahun. Untuk memanfaatkan momentum positif, perseroan memasang strategi portofolio pada postur yang agresif dengan posisi overweight terhadap benchmark.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  16:06 WIB
Investor Disarankan Masuk Reksa Dana Pendapatan Tetap, Ini Alasannya
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyarankan investor untuk masuk ke reksa dana pendapatan tetap pada semester II/2019 dengan pertimbangan tren upside dari pasar obligasi.

Syuhada Arief, Senior Portfolio Manager Fixed Income MAMI menjelaskan, terdapat beberapa keuntungan bagi investor untuk berinvestasi lewat reksa dana pendapatan tetap ketimbang berinvestasi langsung di aset obligasi.

Pertama, minimum investasi di reksa dana pendapatan tetap relatif terjangkau, yaitu hanya dengan Rp100.000. Sementara itu, untuk membeli obligasi secara langsung dibutuhkan minimum investasi yang jauh lebih besar.

"[Kedua], reksa dana obligasi dikelola oleh tim manajer investasi yang profesional dengan strategi pengelolaan aktif, yang artinya manajer investasi dapat mengubah posisi lebih agresif atau lebih konservatif sesuai dengan outlook dan kondisi pasar terkini," jelas Syuhada dalam Seeking Alpha Edisi Juli 2019, Rabu (17/7/2019).

Dengan demikian, lanjut Syuhada, manajer investasi akan dapat memanfaatkan fluktuasi di pasar dengan tujuan mendapatkan return yang lebih optimal.

Dengan kondisi sekarang ini, MAMI masih memandang positif potensi pasar obligasi domestik hingga akhir tahun. Untuk memanfaatkan momentum positif, perseroan memasang strategi portofolio pada postur yang agresif dengan posisi overweight terhadap benchmark.

"Tentunya posisi ini dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada dinamika pasar ke depannya," imbuh Syuhada.

Adapun, ada beberapa faktor risiko yang dapat mengubah pandangan perseroan saat ini antara lain apabila ada perubahan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global, perubahan ekspektasi suku bunga The Fed, dan apabila tensi dagang memanas yang selanjutnya mengeskalasi perang dagang besar-besaran atau meluas mencakup negara lain.

Sejauh ini, Syuhada menilai iklim pasar keuangan telah sangat suportif bagi pasar obligasi Indonesia. Topangan tersebut datang dari arah kebijakan The Fed yang lebih akomodatif, potensi penurunan suku bunga BI, dan kenaikan peringkat kredit Indonesia dari S&P. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Juni, pasar obligasi Indonesia telah mencatat penguatan 8,21%.

Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Manulife Aset Manajemen Indonesia

Nama Reksa Dana Kinerja 1 BulanKinerja 1 TahunKinerja 3 Tahun
Manulife Dana Tetap Pemerintah4,69%10,29%18,45%
Manulife Dana Tetap Utama5,58%12,94%23,8%
Manulife Obligasi Negara Indonesia II4,5%11,32%20,29%
Manulife Obligasi Unggulan Kelas A3,82%10,11%22,14%
Manulife Pendapatan Bulanan II2,1%7,12%-
Manulife Syariah Sukuk Indonesia1,93%5,33%-
Manulife USD Fixed Income0,75%3,97%2,93%

Sumber: Infovesta Utama, per 16 Juli 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana, investasi

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top