Lelang SUN: Tawaran Masuk Bakal Capai Rp45 Triliun-Rp55 Triliun

Minat investor dalam lelang Surat Utang Negara hari ini diproyeksi masih tinggi. Pada lelang kali ini, Pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp15 triliun dan target maksimal sebesar Rp30 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:52 WIB
Lelang SUN: Tawaran Masuk Bakal Capai Rp45 Triliun-Rp55 Triliun
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penawaran yang masuk dalam lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) pada hari ini, Selasa (16/7/2019) diperkirakan bakal menyentuh Rp45 triliun hingga Rp55 triliun.

Analis fixed income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan minat investor masih tinggi pada lelang kali ini. Adapun, dua seri andalan pada lelang kali ini diperkirakan yakni FR0078 dan FR0080 akan mendapat penawaran terbanyak.

Pada lelang kali ini, Pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp15 triliun dan target maksimal sebesar Rp30 triliun.

"Kami perkirakan jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp45 triliun—Rp55 triliun dengan jumlah penawaran yang cukup besar akan didapati pada instrumen Surat Perbendaharaan Negara serta pada Obligasi Negara seri FR0078 dan FR0080," ujarnya dalam hasil riset hariannya, Selasa (16/7/2019).

Sebagai gambaran, pada 2019, target penerbitan bersih (net issuance) surat berharga negara Rp389 triliun. Adapun, pada kuartal III/2019 sendiri, Pemerintah menargetkan bisa menggalang Rp185 triliun melalui tujuh pelaksanaan lelang SUN dan enam lelang sukuk.

Hingga semester I/2019, pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp354,57 triliun yang dengan penerbitan di kuartal I/2019 senilai Rp221,61 triliun dan di kuartal II/2019 senilai Rp132,96 triliun.

Berdasarkan kondisi pergerakan harga Surat Utang Negara menjelang pelaksanaan lelang, pihaknya memperkirakan tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan sebagai berikut :


- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03191017 berkisar antara 5,59 - 5,65;
- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12200410 berkisar antara 5,75 - 5,84;
- Obligasi Negara seri FR0077 berkisar antara 6,43 - 6,50;
- Obligasi Negara seri FR0078 berkisar antara 7,06 - 7,12;
- Obligasi Negara seri FR0080 berkisar antara 7,37 - 7,43;
- Obligasi Negara seri FR0079 berkisar antara 7,62 - 7,68; dan
- Obligasi Negara seri FR0076 berkisar antara 7,93 - 8,00.


Seperti diketahui, untuk seri perbendaharaan negara (SPN) terdapat dua seri dengan satu seri baru, yakni SPN03191017 dan SPN12200410 yang ditawarkan kembali. Adapun, seri SPN03191017 jatuh tempo pada 17 Oktober 2019 dan seri SPN12200410 jatuh tempo pada 10 April 2020. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto dengan alokasi pembelian nonkompetitif maksimal 50% dari yang dimenangkan.

Untuk seri obligasi negara, terdapat lima seri yang ditawarkan kembali, yaitu FR0077, FR0078, FR0080, FR0079 dan FR0076. Untuk seri FR0077 memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 8,125%; dan FR0078 dengan tenor 10 tahun memiliki kupon 8,25%.

Lalu, seri FR0080 berkupon 7,5% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035; FR0079 berkupon 8,375% yang jatuh tempo pada 15 April 2039 dan FR0076 memiliki kupon 7,375% yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top